Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk memajukan Produk Dalam Negeri melalui event UMKM Gayeng 2023 bertajuk ‘go GReen, sustAiNable, Digital, dan Export (go GRANDE)’.
Di event kali ini, Ganjar memperkenalkan berbagai produk UMKM dari kategori agro komoditi, kerajinan, furnitur, dekorasi rumahan, fashion, hingga makanan dan minuman.
Adapun berbagai produk yang dipamerkan berasal dari eks karesidenan Semarang, karesidenan Pati, eks karesidenan Kedu, eks karesidenan Surakarta, dan eks karesidenan Surakarta. Ada juga sejumlah produk dari Singapura dan India.
Tak hanya pameran produk, para pelaku UMKM juga dapat mengikuti kegiatan bermanfaat di event ini seperti capacity building UMKM, edukasi dan sosialisasi, business matching pembiayaan, dan penjualan/ekspor.
“Kami fasilitasi UMKM kita ya. Kami kerja sama dengan Belgia, dengan Singapura, dan tadi pagi kebetulan saya menerima Duta Besar Singapura untuk Indonesia yang baru dan beberapa di antaranya bercerita soal UMKM,” kata Ganjar ditulis Kamis (13/4/2023).
Menurut Ganjar, berbagai produk UMKM di Jateng memiliki kualitas yang tak kalah bagus dari hasil-hasil impor. Ganjar pun mengapresiasi para pelaku UMKM karena menciptakan karya terbaik yang bisa dinikmati masyarakat.
“Saya kira karya-karyanya sekarang sudah mulai kelihatan bagus banget. Jadi menurut saya banyak karya-karya dari kelompok masyarakat UKM yang cukup bagus,” kata Ganjar.
Di sisi lain, Ganjar menyampaikan pentingnya pendampingan, kurasi, dan fasilitasi UMKM. Ganjar mengatakan, Pemprov Jateng berkomitmen untuk konsisten melakukan itu.
“Maka penting untuk dilakukan pendampingan, penting melakukan kurasi, dan kemudian difasilitasi seperti hari ini. BI memberikan fasilitasi itu sehingga kemudian bisa go Internasional. Kualitasnya bagus-bagus, kita harus bantu untuk memasarkan terus menerus,” kata Ganjar.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Gelar Pasar Sembako Murah dan Bazaar UMKM
Sebagai informasi, di bawah kepemimpinan Ganjar Provinsi Jateng terus mendukung kemajuan UMKM dan produk-produk lokal.
Hal itu dibuktikan melalui program Lapak Ganjar dan realisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di Provinsi Jateng yang sudah mencapai Rp2,7 triliun atau 98,26 persen. Sekitar 85,6 persen atau sekitar Rp2,4 trilun dari capaian tersebut menggunakan produk dari UMKM.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
WNI Bisa Tenang, Harga Emas Lokal Stabil saat Emas Dunia Terkoreksi Parah
-
Optimisme Menkeu Terbentur Realita, IHSG Hari Ini Malah Terjungkal
-
Pemerintah Mau Tambah 111 Unit Rumah Huntara di Tamiang Hulu
-
Berlawanan IHSG, Rupiah Justru Berjaya di Senin Pagi
-
IHSG Langsung Jatuh di Pembukaan Senin Setelah Dihantam Kabar Pejabat OJK Mundur
-
BEI Pasrah Bareskrim Telusuri Praktik Goreng Saham
-
Danantara Berpeluang Genggam Paling Banyak 30% Saham BEI
-
OJK Keluarkan 8 Aksi Reformasi BEI
-
IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Emas Dunia Diproyeksi Koreksi
-
Harga Emas Stabil Hari Ini, Valuasi Alternatif Antam di Bawah 3 Jutaan