- Rupiah melemah 0,33% ke Rp17.394 akibat data ekonomi RI yang mengecewakan.
- Ekspor-impor anjlok & inflasi turun tajam picu dilema kebijakan suku bunga BI.
- Indeks dolar naik ke 98,25, membuat posisi rupiah semakin tertekan di Asia.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup tak berdaya pada perdagangan Senin sore (4/5/2026). Mata uang Garuda terkapar seiring dengan rilis data ekonomi domestik yang dinilai mengecewakan pasar.
Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot merosot ke level Rp17.394 per dolar AS. Posisi ini mencerminkan pelemahan sebesar 0,33 persen dibandingkan penutupan pekan lalu yang berada di level Rp17.345. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mematok rupiah di angka Rp17.368 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai kejatuhan rupiah kali ini dipicu oleh sentimen internal yang kurang menggairahkan. "Rupiah berbalik melemah cukup besar terhadap dolar AS setelah data-data ekonomi yang sangat mengecewakan," ujar Lukman saat dihubungi, Senin (4/5/2026).
Menurut Lukman, meski neraca perdagangan masih surplus, namun performa ekspor dan impor Indonesia anjlok cukup tajam. Selain itu, inflasi tahunan yang merosot dari 3,48 persen ke 2,42 persen menciptakan dilema tersendiri bagi Bank Indonesia dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
"Peluang perlemahan rupiah kedepannya masih sangat terbuka," tandas Lukman.
Kondisi lesu ini tidak hanya dialami rupiah. Di kawasan Asia, Baht Thailand memimpin pelemahan dengan terkoreksi 0,45 persen, disusul rupiah (0,33 persen), Peso Filipina (0,19 persen), Dolar Singapura (0,15 persen), dan Rupee India (0,13 persen). Sebaliknya, Ringgit Malaysia justru perkasa dengan penguatan 0,35 persen.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat ke level 98,25 dari posisi sebelumnya di 98,15. Dominasi dolar ini praktis membuat rupiah sulit untuk bangkit dari zona merah dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru
-
Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas
-
Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850
-
Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI
-
88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit
-
Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas
-
MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris
-
Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL
-
Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI
-
Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban