Bisnis / Makro
Senin, 04 Mei 2026 | 16:34 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan inflasi April 2026 turun menjadi 0,13 persen secara bulanan dan 2,42 persen tahunan.
  • Penurunan angka inflasi tersebut terjadi karena pemerintah menerapkan kebijakan subsidi APBN untuk menahan dampak kenaikan harga minyak dunia.
  • Kebijakan subsidi yang tepat sasaran terbukti efektif menjaga kestabilan harga serta melindungi daya beli masyarakat dari gejolak ekonomi global.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku senang dengan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan inflasi April 2026 menurun dibandingkan bulan maupun tahun lalu.

Berdasarkan data BPS, inflasi April 2026 ada di angka 0,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month atau mtm). Sedangkan secara tahunan (year on year atau yoy), inflasi April 2026 mencapai 2,42 persen.

Angka inflasi itu lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan Maret 2026 sebesar 0,41 persen mtm dan 3,48 persen yoy. Menkeu Purbaya menyebut kalau inflasi bulan lalu tinggi karena adanya kebijakan subsidi dari Pemerintah.

"Eh inflasi bagus kan hari ini? Nah itu kan seperti yang saya bilang sebelumnya, yang sebelumnya tinggi karena ada faktor subsidi," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (4/5/2026).

Purbaya lalu berkelakar untuk meminta publik agar kembali mengkritik balik ekonom yang sebelumnya menyatakan inflasi makin tinggi dan harga tak terkendali.

"Nah sekarang anda kritik tuh ekonom-ekonom yang bilang tiga, empat, enggak terkendali," lanjutnya.

Bendahara Negara juga menjelaskan kalau inflasi tinggi terjadi karena kenaikan harga minyak. Namun itu bisa dicegah karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipakai untuk meredam harga minyak dunia.

Sebaliknya, apabila Pemerintah memutuskan harga minyak sesuai dengan harga dunia, maka inflasi bakal tinggi. Purbaya menilai harga bahan bakar minyak (BBM) bisa menggerus daya beli masyarakat.

"Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM. Jadi itu ada hitungannya, bukan saya sok jago, banyak duit bagi-bagi, bukan. Itu ada hitungannya. Hitungannya kita adalah, mana yang paling bagus, kita subsidi, atau kita ambil subsidinya," jelasnya.

Baca Juga: Purbaya Bantah Masuk Rumah Sakit hingga Dipecat: Banyak Gosip ya?

Load More