Suara.com - PT Jababeka Tbk melalui salah satu anak usahanya Khayangan Senior Living — yang juga merupakan bagian dari pilar Jababeka Hospitality, menggelar Sharing Session dan Buka Puasa Bersama di Care Center Khayangan Senior LIving, Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi.
Sekadar informasi, Khayangan Senior Living merupakan penyedia hunian terpadu eksklusif untuk lansia yang pelayanannya menyesuaikan kebutuhan individu
Dalam sharing session tersebut, topik yang menjadi pembahasan adalah fenomena perbedaan pandangan masyarakat yang terjadi saat ini yakni ada yang merasa harus mempersiapkan pensiun dan ada pula yang justru berpandangan tidak perlu ada kata pensiun.
Acara ini dihadiri lebih dari 50 orang peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang seperti pensiunan, pekerja senior, dan juga praktisi human resource. Selain dihadiri peserta yang berasal dari area Cikarang dan sekitarnya, acara ini dihadiri pula oleh peserta dari Jakarta dan Tangerang.
Narasumber pada acara ini Dr. B. Woeryanto, SH, MH, MM selaku pakar hukum ketenagakerjaan berpandangan tidak perlu ada kata pensiun. Hal ini dianggap berpengaruh pada pola pikir, semangat dan juga mental seseorang.
“Bila sudah terucap kata pensiun, maka hati, fikiran, mental, fisik juga akan terdampak. Saya sampai saat ini usia 77 tahun tidak pernah merasa pensiun, masih aktif di berbagai organisasi, akademis dan juga sebagai konsultan hukum untuk beberapa perusahaan. Kondisi yang membedakan mungkin hanya tidak lagi sebagai pekerja formal di suatu perusahaan, ” ujar pria yang disapa Pak Wur ini ditulis Minggu (16/4/2023).
Lebih lanjut lagi, Pak Wur menerangkan bahwa aktifnya beliau ini merupakan bentuk terapi untuk menjaga kualitas kehidupan sosial. Bila sudah berhenti bekerja formal, hal yang tidak boleh berhenti adalah menambah teman, bersosialisasi dan berkomunitas. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan sosial.
Pak Wur juga menambahkan pentingnya aspek spiritual bagi sesorang yang sudah pensiun yakni sebagai penyeimbang bagi kehidupan dunia yang hanya sementara.
Di tempat yang sama, Penanggung Jawab Khayangan Senior Living, Trisno Muldani menambahkan pentingnya menjaga fisik, mental, sosial dan spiritual pada saat menjelang dan memasuki usia pensiun.
“Fisik, mental, sosial dan spiritual adalah empat aspek yang sangat penting untuk dijaga bagi semua orang, termasuk yang sudah memasuki usia pensiun. Biasanya menjelang penisun, orang hanya fokus pada persiapan finansial, akan tetapi tidak mempersiapkan aktifiitas yang akan dilakukan. Di Khayangan Senior Living, empat aspek tersebut selalu dijaga melalui aktifitas yang dilakukan setiap hari melalui olahraga seperti mini golf, archery, jogging dan lainnya, juga melalui kegiatan terkait hobi seperti karaoke, melukis, handy craft, cooking class dan juga kegiatan lainnya. Hal di berlaku untuk semua member, baik untuk member Senior Club ataupun member yang stay di Khayangan” ujar Trisno.
Baca Juga: Presuniv Terus Lakukan Kolaborasi dengan Industri
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara