Suara.com - Kolaborasi dengan industri memang menjadi salah satu unggulan President University (Presuniv), selain penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan perkuliahannya. Ini karena lokasi kampus Presuniv di Cikarang, Bekasi, berada tepat di jantung kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara, yakni kawasan industri Jababeka.
Kawasan tersebut saat ini menjadi tempat bagi 2.000-an perusahaan mulai dari yang berskala kecil, menengah hingga besar. Juga, perusahaan berskala nasional hingga multinasional, yang berasal dari sekitar 30 negara di seluruh dunia.
Dengan banyaknya perusahaan multinasional yang beroperasi di Jababeka, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Rila Mandala mengatakan, penting bagi Prodi Sistem Informasi untuk terakreditasi internasional.
"Jadi, lulusan Prodi Sistem Informasi bisa go international melalui dua cara. Pertama, melalui perusahaan-perusahaan multinasional yang ada di Jababeka dan berbagai kawasan industri lainnya. Kedua, mereka bisa langsung bergabung dengan perusahaan-perusahaan multinasional yang ada di luar negeri," ujar Rila yang dikutip, Jumat (14/4/2023).
Untuk mendapatkan akreditasi internasional, segenap dosen dan staf Fakultas Ilmu Komputer, dan dukungan universitas, harus menjalani proses yang panjang dan ketat, serta menghadapi banyak tantangan dan hambatan.
"Upaya ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Untuk mencapainya kami harus menjalani proses sampai sekitar lima tahun. Kami harus melakukan banyak perbaikan dan penyempurnaan secara berkelanjutan atau continous improvement," kata Rila.
Selain itu, transformasi budaya dan SDM menjadi tantangan tersendiri bagi Prodi Sistem Informasi untuk meraih akreditasi internasional. Kata Rila,
"Kami harus meningkatkan kapasitas para dosen dan staf di Prodi Sistem Informasi agar bisa memenuhi standar internasional. Ini salah satu tantangan yang harus kami hadapi." imbuh Rila.
Dalam hal ini, Program Studi (Prodi) Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, President University (Presuniv), resmi mendapatkan akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Akreditasi internasional ini didasarkan pada kriteria penilaian dan evaluasi yang mencakup Computer Science, Informatics and Similarly Named Programs Version 2020.
Baca Juga: Bakal Disetarakan dengan Narkotika, Gimana Nasib Industri Tembakau?
IABEE merupakan lembaga akreditasi mandiri yang diakui oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai badan akreditasi program studi dalam bidang teknik dan computing yang memberikan gelar sarjana. Akreditasi bertujuan menumbuh-kembangkan budaya mutu dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Saat ini IABEE sudah menjadi signatory member organisasi akreditasi internasional, yaitu Washington Accord, dan observer di Seoul Accord.
"Dengan terakreditasi internasional, ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan Prodi Sistem Informasi di Presuniv telah memenuhi standar internasional dan memiliki kualifikasi yang setara dengan universitas-universitas terkemuka di seluruh dunia dalam bidang computing," kata Rektor Presuniv Chairy.
"Akreditasi dari IABEE tersebut juga membuka peluang bagi setiap lulusan Prodi Sistem Informasi untuk berkarier di berbagai perusahaan multinasional, baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri," tambah dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara