Suara.com - Pada tahun 2023, PT Jababeka Tbk (KIJA) melalui Kawasan Industri Jababeka di Cikarang, berencana mengincar sektor industri perdagangan elektronik atau e-commerce.
Hal ini menyusul diresmikannya pengembangan baru Kawasan Industri Jababeka, yaitu Jababeka Ecommerce Industrial Park, di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang.
Jababeka Ecommerce Industrial Park ini merupakan sebuah lahan dengan pengembangan tahap awal seluas 40 hektar dan ditujukan untuk sektor industri e-commerce, seperti bisnis marketplace, shopping mall, toko online B2C, dan toko online sosial media.
Dengan tagline A New Breakthrough Beyond All Industries, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan industri e-commerce yang tumbuh dengan pesat saat ini.
"PT Jababeka Tbk terus berinovasi dalam memberikan layanan dan kebutuhan dunia industri, dan peresmian ini merupakan salah satu pengembangan bisnis yang kami rencanakan di tahun 2023," kata Hyanto Wihadhi selaku salah satu Direktur PT Jababeka Tbk di sela acara.
Kemudahan aksesbilitas dan dukungan infrastruktur yang lengkap
Hyanto – begitu biasa disapa – menambahkan bahwa Jababeka Ecommerce Industrial Park memiliki keunggulan, yaitu didukung dengan kemudahan aksesibilitas dan konektivitasnya dengan kota-kota besar di Indonesia.
Di mana terkoneksi dengan akses 4 akses tol ( KM 28, KM 29, KM 31, dan KM 34,7). Sehingga dapat memperlancar jalur logistik ke daerah lain. Hal ini tentu menambah kenyamanan investor yang nanti berinvestasi di Jababeka Ecommerce Industrial Park.
Selain itu, Jababeka Ecommerce Industrial Park memiliki dukungan beragam fasilitas dan sarana infrastruktur lengkap berkelas dunia yang dibutuhkan industri e-commerce.
Mulai dari pembangkit listrik mandiri yang sanggup menyuplai 1000 MW, Waste Water Treatment Plant & Water Treatment Plant yang mampu mengolah limbah dan memberikan air bersih hingga 72.600 m3/hari, pusat solusi logistik Cikarang Dry Port yang merupakan perpanjangan dari Pelabuhan Tanjung Priok, jaringan serat optic (fiber optic) 5G berkecepatan tinggi, Pelayanan investasi satu pintu: J-FAST, keamanan 24 jam, hingga Heli Commuter.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Resmikan Jababeka Medical City
"Dengan adanya berbagai fasilitas yang lengkap, kami optimis bisa membantu memenuhi kebutuhan para pelaku industri ecommerce. Saat ini, progresnya, kita langsung masuk pembangunan. Dan, ini merupakan bentuk keseriusan kami untuk memenuhi kebutuhan pasar," kata Hyanto.
Adapun dalam acara pembukaan Jababeka Ecommerce Industrial Park dihadiri oleh Hyanto Wihadhi Direktur PT Jababeka Tbk, Suteja Sidarta Darmono Direktur PT Jababeka Tbk, dan Rudy Subrata selaku General Manager Sales & Marketing Jababeka Industrial Estate, dan tenant-tenant Kawasan Industri Jababeka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri