Suara.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,8 triliun pada Kuartal I/2023 atau tumbuh sebesar 14% YoY. Laba kotor LPKR juga meningkat 15% YoY menjadi Rp1,6 triliun. EBITDA juga meningkat 30% YoY menjadi Rp878 miliar.
Selain itu, LPKR juga melaporkan NPAT pada Kuartal I/2023 sebesar Rp1,1 triliun, dengan Underlying NPAT meningkat 54% YoY didorong oleh fundamental bisnis yang membaik, suku bunga yang lebih rendah, dan pengelolaan hutang yang lebih baik.
Pada Kuartal I/2023, pra penjualan LPKR mencapai Rp1,2 triliun atau 24,7% dari target tahun 2023 yang sebesar Rp4,9 triliun, didukung oleh penjualan yang konsisten dari produk rumah tapak. Pra penjualan Kuartal I/2023 terdiri dari Rp873 miliar dari LPKR dan Rp337 miliar dari Lippo Cikarang.
Di segmen layanan kesehatan perusahaan yang dikelola oleh anak usaha LPKR, yaitu PT Siloam International Hospitals Tbk (“Siloam”), Siloam berhasil mencapai hasil keuangan kuartal pertama tertinggi pada Kuartal I/2023 dengan peningkatan pendapatan sebesar 19% YoY menjadi Rp2,6 triliun, laba kotor meningkat 29% YoY menjadi Rp1,1 triliun, dan EBITDA meningkat signifikan sebesar 47% YoY menjadi Rp673 miliar, didorong oleh kinerja operasional Siloam yang kuat.
Adapun pada segmen gaya hidup, yang terdiri dari bisnis mal dan hotel, terus menunjukkan pemulihan yang kuat dengan meningkatnya pendapatan sebesar 19% YoY menjadi Rp296 miliar. Laba kotor juga meningkat sebesar 11% YoY menjadi Rp197 miliar.
“Kami sangat senang melihat LPKR dan semua unit bisnis terus bekerja dengan sangat optimal. Kami akan terus menciptakan nilai bagi semua pemangku kepentingan kami.” kata Group CEO LPKR John Riady ditulis Selasa (2/5/2023).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
AdMedika dan TelkoMedika Bersinergi Dukung Pemulihan Kesehatan Korban Bencana di Sumatra
-
5 Fakta Pertemuan MSCI dan OJK Hari Ini, Ada Sinyal Positif untuk IHSG