Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan ingin memangkas BUMN Karya dari sembilan hanya menjadi empat saja. BUMN Karya merupakan perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Berikut lima poin pernyataan Erick Thohir mengenai pemangkasan tersebut.
1. Empat BUMN
Sembilan BUMN Karya nantinya akan dipadatkan dalam empat BUMN saja dengan struktur yang baru. Erick membeberkan rencana keempat BUMN Karya yang baru adalah gabungan antara PT Hutama Karya dan PT Waskita Karya, gabungan PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Wijaya Karya, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), dan PT Danareksa.
Khusus PT PPA dan PT Danareksa akan dikonsolidasikan dengan mekanisme merger untuk lima BUMN Karya di luar Hutama Karya, Waskita Karya, PP, dan Wijaya Karya. Dengan demikian, lima BUMN Karya bidang konstruksi yang belum mendapatkan tempat dalam struktur baru ini adalah PT Adhi Karya, PT Amarta Karya, PT Brantas Abipraya, PT Istaka Karya, dan PT Nindya Karya. Kendati demikian, Erick belum memaparkan lebih lanjut mengenai sistem merger karena masih mempertimbangkan kondisi tiap-tiap BUMN.
2. PPA dan Danareksa untuk BUMN Karya Skala Kecil
Erick menambahkan BUMN Karya dengan skala kecil bakal diserahkan kepada PPA dan Danareksa untuk dilakukan merger. Keputusan pembagian perusahaan yang akan bergabung dengan PPA dan Danareksa ini masih menunggu kajian lebih lanjut.
3. Agar BUMN Karya Tak Palugada
Tujuan perampingan BUMN Karya ini, imbuh Erick, adalah untuk mempertegas fungsi sehingga tidak menjadi perusahaan yang palugada. Menurut Erick, konsolidasi BUMN Karya akan membuat perusahaan lebih fokus mengerjakan penugasan maupun bisnis sesuai bidang keahlian masing-masing.
"Kita sudah review, sebaiknya (BUMN) Karya ini dari sembilan jadi empat. Jadi BUMN (Karya) sebaiknya ada empat, ada expertise di sini, ada gedung, jadi tidak semua palugada. Sudah ada bukunya," ujar Erick saat acara ramah-tamah dengan media dikutip Kamis (4/5/2023).
Baca Juga: Erick Thohir Mau Pangkas BUMN Karya dari 9 jadi 4: Biar Semua Tidak Palugada
4. Tidak Boleh Hambat Pembangunan
Erick menegaskan konsolidasi BUMN Karya tidak menghambat proyek pembangunan, terutama perusahaan-perusahaan yang tengah mengikuti berbagai tender.
"Jangan sampai merger, konsolidasi ini menghambat pembangunan. Kan mereka sedang tander, tiba-tiba dikonsolidasi, ganti kontrak. Nah ini yang kita jaga gitu. Makanya nanti ada merger, ada yang sistemnya kepemilikan," ujarnya.
5. Pertimbangkan Cashflow
Meski begitu, Erick menegaskan, rencana konsolidasi BUMN Karya tersebut masih dalam pembahasan. Belum ada rencana pasti kapan kebijakan ini akan diketok. Ia ingin memastikan arus kas (cashflow) masing-masing perusahaan cukup baik dan tidak saling memberatkan ketika peroses konsolidasi dilakukan.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Kuartal 1 2023, Krakatau Steel Berbalik Rugi Rp273,5 Miliar
-
Erick Thohir Tak Habis Fikir Lift Bandara Kualanamu Medan Makan Korban
-
AP 1 Layani 3,9 Juta Penumpang Mudik-Balik
-
Erick Thohir Mau Pangkas BUMN Karya dari 9 jadi 4: Biar Semua Tidak Palugada
-
Tunggu Acc OJK, Pertamina Hulu Energi Siap Melantai di Bursa
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan