Bisnis / Keuangan
Jum'at, 05 Mei 2023 | 06:09 WIB
Garuda Indonesia rute perdana dari Melbourne ke Bali [SuaraBali.id/Istimewa]

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih mengalami kerugian di tiga bulan pertama tahun 2023 atau kuartal I tahun 2023. Tercatat, kerugian Garuda Indonesia sebesar USD 110,03 miliar arau setara Rp 1,61 triliun dengan asumsi kurs 14.700 per USD.

Seperti dikutip keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia, meski masih mencatat rugi, tapi kerugian itu turun dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar USD 224,14 miliar atau setara Rp 3,29 triliun.

Turunnya nilai kerugian itu disumbang dari kenaikan pendapatan yang signifikan emiten bersandi saham GIAA ini. Pendapatan itu terdiri dari pendapatan usaha dari penerbangan berjadwal yang sebesar USD 506 miliar di Kuartal I tahun 2023 atau naik dari sebelumnya di Kuartal I tahun 2022 yang hanya sebesar Rp 270,5 miliar.

Selain itu, maskapai BUMN ini juga mendapatkan pendapatan dari penerbangan tidak terjadwal dan pendapatan lainnya, sehingga total pendapatan sebesar USD 602,99 miliar.

Raihan itu naiik signifikan mencapai 71% dari total pendapatan pada periode yang sama tahum 2022 yang hanya sebesar USD 350,7 miliar.

Sementara, Garuda Indonesia juga mencatatkan kenaikan beban usaha yang sebesar USD 605,18 miliar dibanding periode yang sama tahun 2022 yang sebesar USD 526,3 miliar.

Load More