Pemerintah Indonesia memiliki andil besar dalam menarik investor, dengan mempercepat privatisasi perusahaan milik negara melalui IPO dan mendorong produsen baterai asing untuk berinvestasi di negara tersebut.
Itu juga telah membuat tawaran jangka panjang untuk menciptakan kartel negara-negara pengekspor nikel, mirip dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang memiliki pengaruh besar atas harga minyak dunia.
“Sebagian besar IPO Indonesia tahun ini berasal dari pencatatan sejumlah perusahaan milik negara," kata Roderick Snell, seorang manajer investasi di pasar negara berkembang di Baillie Gifford, kepada CNN.
“Membuat mereka terdaftar akan mengarah pada peningkatan efisiensi [perusahaan] dari waktu ke waktu menghasilkan investasi yang signifikan di negara yang belum pernah kita lihat sebelumnya,” tambahnya.
Sejak pemilu 2014, Presiden Joko Widodo telah memberlakukan beberapa larangan ekspor komoditas mentah sebagai cara untuk memaksa perusahaan asing memproses bahan di dalam negeri, menarik investasi dari luar negeri, dan meningkatkan nilai produk akhir.
Baru-baru ini, pada tahun 2020, pemerintah melarang ekspor bijih nikel. Juga berencana untuk memperkenalkan larangan pengiriman tembaga, dan bijih besi dan aluminium.
Rencana Widodo tampaknya berhasil: Pada tahun 2022, total investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia mencapai $44 miliar, tertinggi tahunan sepanjang masa dan meningkat 44% dari tahun sebelumnya, menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia. Sebagian besar investasi itu masuk ke sektor logam negara itu.
Hingga saat ini, kebijakan perdagangan komoditas Widodo saja telah menghasilkan FDI sebesar $25 miliar, tulis Snell dalam sebuah catatan di bulan April.
“Keyakinan kami yang meningkat pada [perusahaan Indonesia] berasal dari bagaimana pemerintahnya memaksimalkan potensi bahan bakunya yang melimpah,” tulisnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Lionel Messi Telepon Jordi Amat
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Eks Liga Inggris Bongkar Kondisi TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
-
Demi Konten 'Jualan Miras' di Taman Mataram, Kreator TikTok Ini Kena Semprot Satpol PP Jaksel
-
Viral Video Suporter di Antartika Rayakan Kemenangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026
-
3 Zodiak yang Membawa Keberuntungan 17 Juli 2026, Taurus hingga Capricorn Bernasib Baik
-
Apa Itu Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang Berpusat di Bali
-
Warga Jaksel dan Jaktim Harap Bersiap, Hujan Ringan Diprediksi Turun Jumat Malam
-
6 Malam 6 Wilayah Iran Hancur Dibom Amerika Serikat
-
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
-
Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara