PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA - Posisi jurnalis makin rentan menjelang Pemilu serentak 2024. Hal ini merujuk pada data yang menunjukkan kekerasan terhadap jurnalis naik setiap masuk tahun pemilu.
Karena itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengupas potensi ancaman dan solusi melalui diskusi dengan menghadirkan pihak-pihak terkait. Mereka antara lain Dewan Pers, DPR RI, LPSK, Kantor Staf Presiden dan lembaga swadaya masyarakat.
Ninik Rahayu, Ketua Dewan Pers, mengatakan UU Pers menjadi instrumen hukum pelindung pers yang profesional. UU Pers juga mengamanatkan perlindungan publik dari kesewenang-wenangan lembaga pers.
Ia menekankan pers memaknai profesionalisme lebih luas, tidak sekadar profesional pada tataran teknis jurnalistik. Sebab, menurutnya profesionalisme kerap dipahami secara sempit hanya teknis jurnalistik.
Ninik juga menggarisbawahi mekanisme perlindungan LPSK. Ia menyebut, serangan tidak saja menyasar jurnalis, namun juga infrastruktur pers seperti website.
"Karena banyak media yang mengalami serangan digital," katanya.
Sementara LPSK mengungkap perlindungan korban harus memenuhi syarat administrasi, di antaranya telah dilaporkan ke Polri. Bukti laporan ini yang digunakan untuk syarat permohonan perlindungan korban.
"Kalau belum dilaporkan, LPSK bisa mendampingi ke polisi untuk memenuhi syarat administrasi," ujarnya.***
Baca Juga: PT PII Komitmen Dukung Pemerintah Capai Implementasi SDGs Melalui Berbagai Kegiatan TJSL
Berita Terkait
-
Buntut Putusan Tunda Pemilu, Ketua PN Jakarta Pusat Dipanggil KY Hari Ini
-
Bisa Lebih Murah, TransJakarta Mau Masuk Bandara Soetta
-
Pakai Kereta Inspeksi, Kereta Cepat Jakarta Bandung Meluncur Dengan Kecepatan 385 Km/Jam
-
Ada Lionel Messi dan Angel Di Maria, Ini Daftar Pemain Argentina untuk FIFA Matchday Lawan Indonesia
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana