- Pemprov DKI Jakarta mengkaji penyesuaian tarif Transjakarta yang tak berubah sejak 2005 karena cost recovery turun drastis, sebagai bagian efisiensi anggaran daerah.
- Namun, Kepala Dishub DKI memastikan tarif MRT dan LRT tidak naik, karena subsidi yang ada masih memadai, meski nilai keekonomian mencapai Rp32.000 per perjalanan.
- Kenaikan tarif belum dibahas detail.
Suara.com - Wacana penyesuaian tarif transportasi publik di DKI Jakarta mencuat seiring adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.
Fokus utama kajian efisiensi anggaran ini diarahkan pada layanan Transjakarta, yang tarifnya dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa tarif Transjakarta terakhir ditetapkan pada tahun 2005, yaitu sebesar Rp3.500.
Dalam dua dekade terakhir, Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta telah meningkat enam kali lipat, dan inflasi kumulatif telah mencapai 186,7 persen.
"Cost recovery Transjakarta turun dari 34 persen pada 2015 menjadi 14 persen saat ini. Artinya biaya yang dibutuhkan untuk menutup itu semakin tinggi," jelas Syafrin, dikutip via Antara, merujuk pada rasio pemulihan biaya operasional dari tarif yang dibayarkan penumpang.
Berdasarkan analisis ini, penyesuaian tarif Transjakarta dinilai sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan layanan. Meski demikian, Syafrin menegaskan, "tapi belum ada angka (penyesuaiannya), masih terus didetailkan."
Tarif MRT dan LRT Tidak Berubah
Berbanding terbalik dengan Transjakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa tarif MRT Jakarta dan LRT tidak akan mengalami kenaikan.
Hal ini diberikan di tengah rencana Pemprov DKI untuk mengkaji ulang skema subsidi transportasi umum, menyusul pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) yang membuat proyeksi APBD 2025 turun signifikan.
Baca Juga: Danantara Awasi Pembayaran Utang LRT Jabodebek Rp 2,2 Triliun dari KAI ke Adhi Karya
Kepala Dishub DKI menjamin bahwa tarif kedua moda transportasi berbasis rel tersebut tidak akan naik karena berdasarkan kajian willingness to pay (kesediaan membayar) dan ability to pay (kemampuan membayar), tarif yang berlaku saat ini masih dalam batas toleransi.
Tuhiyat, Direktur Utama PT MRT Jakarta, menambahkan bahwa selisih antara tarif yang dibayarkan penumpang dengan nilai keekonomian tarif yang sesungguhnya memang sangat besar.
Sebagai contoh, untuk rute Bundaran HI—Lebak Bulus, nilai keekonomian sebenarnya mencapai Rp32.000, sementara penumpang hanya membayar Rp14.000. Selisih Rp18.000 per perjalanan ini ditanggung oleh pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO).
Bahkan, Syafrin Liputo menyebut subsidi rata-rata per pelanggan MRT pada tahun 2024 adalah sekitar Rp6.000 (berdasarkan keekonomian tarif Rp13.000 berbanding tarif Rp7.000).
Angka subsidi ini dinilai masih masuk dalam skema yang dirancang. Untuk menjaga keberlanjutan operasional, MRT Jakarta terus mengembangkan pendapatan dari sumber non-farebox, seperti hak penamaan stasiun, penyewaan ruang ritel, dan komersial lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Rilis Oktober, Prekuel Friday the 13th Pamerkan Teaser Perdana
-
IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan
-
Ngeri! Foto Korban Dimanipulasi AI Jadi Konten Pornografi, Pelaku Ditangkap
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Meluncur, Jakarta - Bali Hanya Sekali Isi Bensin
-
Tak Hanya Salurkan KUR, Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Outlet Bank hingga Penyalur Bansos
-
Ulasan Kick Kick Kick Kick: Sebuah Komedi tentang Absurditas Kegagalan
-
Piala Dunia Bikin Berkah, Kadin Ungkap Perputaran Ekonomi Tembus Rp5,03 Triliun
-
S&P Puji Danantara, Pandu Sjahrir Akui Kinerja Masih Perlu Dibenahi
-
Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?
-
Bolehkah Ngecas HP Semalaman Ditinggal Tidur? Simak Mitos dan Faktanya Biar Baterai Nggak Cepat Soak