Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin memenuhi undangan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal Abdullah Al-Amudi, dalam jamuan santap siang di Kediaman Dubes Faisal, Jalan Teuku Umar Nomor 36, Jakarta Pusat.
Menurut penuturan Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi, dalam jamuan tersebut, Dubes Faisal berharap ke Wapres agar ada pengusaha Indonesia berinvestasi di Arab Saudi.
Dubes menginginkan adanya investasi di Madinah, Mekkah, Jeddah, Riyadh, ataupun destinasi-destinasi wisata baru yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
"Yang lebih penting lagi kata dia (Dubes Arab Saudi) adalah di destinasi-destinasi wisata baru. Itu misalnya di daerah utara Madinah, banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang menarik seperti Mada’in dan macam-macam tempat. Diharapkan para investor Indonesia bisa datang ke sana. Kira-kira seperti itu yang dibicarakan oleh Dubes Arab Saudi," ujarnya yang dikutip, Rabu (7/6/2023).
Masduki melanjutkan, kekinian jumlah MOU Indonesia dengan Arab Saudi telah banyak, hanya saja realisasinya baru sedikit.
MoU itu, sebut dia, bersentuhan dengan berbagai bidang, seperti kesehatan, kebudayaan, pengembangan usaha kecil dan menengah, saintifik dan pendidikan tinggi, urusan Islam, kelautan dan perikanan, serta pemberantasan kejahatan.
Oleh karena itu, ungkap Masduki, pihak Dubes Faisal berharap kesepakatan tersebut agar dapat segera direalisasikan dalam upaya memperkuat kerja sama investasi antara kedua negara.
"Selama ini hubungan Arab Saudi dengan China sangat baik, investasi juga baik. Begitu juga, hubungan Indonesia dengan China juga sangat baik. Kalau investasi Indonesia dan China baik, investasi Arab Saudi dengan China baik, tapi kenapa investasi antara Arab Saudi dengan Indonesia tidak," ujar Masduki mengutip ucapan Dubes Faisal.
Menanggapi hal ini, Masduki menjelaskan bahwa Wapres merespons positif keinginan Dubes Faisal dan pihaknya akan mengadakan rapat secara khusus dengan berbagai kementerian/lembaga (K/L) terkait, termasuk Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), demi mendorong kerja sama ekonomi yang lebih baik, tidak sekadar hubungan yang berjalan selama ini pada tataran hubungan people to people dan hubungan dalam ibadah haji/umrah.
Baca Juga: Rekam Jejak Megawati: Pernah Jadi Wapres, Protes Jika Selalu Dipanggil Presiden Kelima
"Akan dicari sebab musababnya, latar belakangnya, dan akan diurai supaya ada sebuah kebijaksanaan baru ke depan dan supaya investasi antara Arab Saudi dan Indonesia bisa berjalan baik semuanya," tuturnya.
Namun, ungkap Masduki, Wapres tetap meminta hubungan timbal balik di antara kedua negara, sehingga para pengusaha Arab Saudi pun perlu didorong untuk berinvestasi di Indonesia.
"Wapres sebaliknya juga berharap resiprokal, supaya ada juga Pemerintah Arab Saudi bisa mendorong para pengusahanya, investornya untuk juga bisa berinvestasi di sini, terutama di bidang yang berhubungan dengan pariwisata dan lain-lain. Itu juga harapan Wakil Presiden," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana
-
IHSG Masih Loyo Pada Penutupan Senin, Padahal 423 Saham Menghijau
-
Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!
-
Superbank Raup Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 143,3 M Sepanjang 2025
-
Emiten TRON Sulap Bus AKAP Gunakan AI dalam Operasional
-
Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih 4,6 Juta Dolar AS di Kuartal I-2026