Suara.com - PT DCI Indonesia Tbk (DCI) dan PT Datacenter Indonesia Sukses Makmur (DISM) meresmikan kampus pusat data H2. Kampus ini berlikasi di Karawang yang juga merupakan milestone terbaru dari akselerasi ekspansi DCI Platform.
CEO DCI Indonesia, Toto Sugiri mengatakan, pembukaan Kampus H2 merupakan wujud nyata kemitraan strategis DCI Indonesia dengan Salim Group.
"Bertujuan untuk terus memperkuat infrastruktur ekonomi digital Indonesia melalui pembangunan dan pengembangan pusat-pusat data baru ke depannya," ujarnya, Jumat (23/6/2023).
Dengan penambahan kapasitas dan fasilitas dukungan ini, kampus H2 saat ini memiliki 2 pusat data dengan total kapasitas gabungan 27 MW IT load dan satu gedung kantor untuk mendukung aktivitas kerja dan business continuity pelanggan.
Kampus H2 memiliki potensi untuk berkembang hingga 600 MW dengan total luas kampus yang bisa mencapai 86 hektar. Kampus H2 didesain dan dioperasikan berdasarkan standar DCI yang telah dipercaya oleh lebih dari 150 enterprise dan perusahaan hyperscale dunia.
DCI Platform memiliki kapabilitas untuk menyediakan opsi layanan pusat data yang dibangun secara built-to-suit sesuai dengan kebutuhan spesifikasi khusus pelanggan. Kampus H2 ditujukan untuk memberikan skalabilitas dan mendukung computing power yang dibutuhkan oleh perusahaan hyperscale, termasuk perusahaan penyedia komputasi cloud global.
Di samping itu H2 dapat berperan sebagai alternative hyperscale site terhadap Kampus Pusat Data H1 (H1) yang berlokasi di Cibitung (berjarak sekitar 20 km dari Kampus Pusat Data H2).
Kampus H2 juga menyediakan konektivitas melalui jalur fiber terpisah ke beberapa lokasi strategis seperti gedung Cyber 1 dan semua lokasi pusat data DCI Platform yang merupakan cloud interconnect zone untuk penyedia komputasi cloud.
Dalam upaya mengurangi jejak karbon, H2-02 juga didukung dengan ketersediaan fasilitas tenaga surya yang menjadikannya pusat data dengan tenaga surya pertama di Indonesia. Total kapasitas listrik yang bisa dihasilkan oleh tenaga surya mencapai 30 MW dan dibangun pada lahan sebesar 30 hektar di kampus H2.
Baca Juga: Sidak Pembangunan Pusat Data Nasional di Cikarang, Menkominfo: Bukan Zamannya Lagi Janji-janji
Pada saat ini, utilisasi operasional fasilitas tenaga surya tersebut telah berada pada 300 kW dan diantisipasi akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya permintaan pelanggan.
Pendekatan yang sadar lingkungan ini merupakan bagian dari visi DCI dalam membangun masa depan yang berkelanjutan bagi ekonomi digital yang terus berkembang pesat di negara ini. Dengan bangga kami juga ingin mengumumkan bahwa pusat data H2-02 merupakan langkah awal menuju green data center.
Direktur PT Datacenter Indonesia Sukses Makmur (DISM), Ricky Garyati turut menambahkan, kampus H2 ini mengedepankan kemajuan teknologi untuk layanan pusat data standar kelas dunia.
"Selain itu, memenuhi aspek fungsionalitas ruang bekerja yang nyaman, dan tetap memperhatikan lingkungan melalui implementasi sumber energi terbarukan," jelas dia.
Dengan kolaborasi bersama Salim Group, DCI Platform akan terus melakukan ekspansi di beberapa lokasi di Indonesia guna mendukung perkembangan menuju kedaulatan data masyarakat Indonesia. Pada akhir tahun 2023, DCI Platform akan mengoperasikan 82 MW kapasitas IT load.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa