Suara.com - Komitmen Santri Dukung Ganjar (SDG) dalam membantu santri yang berdaulat dan makmur terus digencarkan di berbagai sektornya. Salah satunya yakni program pelatihan pembuatan pupuk organik dalam mengoptimalkan produktivitas sektor pertanian.
Pelatihan tersebut dimentori langsung oleh Purnabakti Dosen Fakultas Pertanian IPB Prof Dr Ir Hein Nicolas M Sc dan diikuti oleh puluhan santri di Pondok Pesantren Nurul Hijrah, Kabupaten Lebak, Banten.
Dalam pelatihan tersebut Hein menjelaskan tentang penggunaan pemanfaatan kotoran hewan dan daun kering yang dibantu dengan zat pengurai yang akan menghasilkan kualitas pupuk kandang secara optimal.
"Fungsinya untuk menetralisir PH, mengurai tanah dan zat pengatur tumbuh. Bilamana itu sudah terbentuk menjadi kompos, maka akan menghidupi seluruh tumbuhan apa saja, seper seperti tanaman hias, buah-buahan, sayuran dan lain sebagainya. Hal tersebut akan mempercepat proses pertumbuhan dari tanaman itu sendiri," kata Hein ditulis Selasa (27/6/2023).
Hein berharap pelatihan tersebut bisa memperkuat posisi santri khususnya dalam sektor pertanian. Sebab, dia menilai, dengan jumlahnya yang banyak, santri bisa membangun ekosistemnya di sektor pertanian.
“Supaya menjadi santri yang memiliki kemampuan agama yang kuat dan keilmuan dunia berbasis pertanian," ujar Hein.
Sementara Koordinator Wilayah (Korwil) SDG Banten Yury Alam Fathallah menyampaikan bagaimana pentingnya santri mengetahui penggunaan pupuk organik dalam mengoptimalkan proses pertanian guna mendapatkan hasil panen yang subur dam baik.
"Dari pelatihan ini, para santri mengetahui manfaat bagaimana kotor hewan yang selama ini banyak dibuang bisa dimanfaatkan sebagai pahan pupuk. Banyak pesantren yang beternak, tapi tidak paham bagaimana memanfaatkan kotoran hewan dengan optimal," buka Yury.
Setelah pelatihan ini, Yury menilai akan senantiasa berkomitmen dalam mendukunh keberlangsungan dan keberlanjutam dari apa yang diberikan oleh SDG melalui pendampingan terhadap ponpes hingga ponpes tersebut mencapai apa yang sudah ditargetkan.
Baca Juga: Sarana Prasarana Pertanian di Bumi Panjalu Terus Ditingkatkan
"Sebetulnya pelatihan di sektor peternakan dan pertanian sudah rutin dilakukan untuk para santri, setelah ini kami akan terus melalukan pendampingan terhadap mereka tergantung apa yang menjadi target ponpes itu sendiri," lanjut Yury.
Yury berharap program pelatihan ini bisa membantu program pemerintah dalam hal ketahanan pangan, sehingga peran santri tersebut penting untuk dilibatkan untuk memperkuat sektor pertanian dalam memasok kebutuhan pokok kepada masyarakat.
"Harapannya, setelah safari di beberapa Ponpes di Banten, kami dapat membentuk ekosistem pertanian yang mana nantinya santri tersebut bisa dilibatkan dalam setiap proses yang dikerjakan," ujar dia.
Sementara, Pemilik Ponpes Nurul Hijrah Didi Hadidi mengkapkan rasa syukur atas perhatian yang telah diberikan terhadap Ponpesnya.
"Saya merasa diperhatikan, ini sebagai langkah yang baik dalam memerhatikan konsidi santri. Kalau bisa program tersebut diteruskan supaya pondok seperti saya, yang terpencil bisa tersorot keadaanya oleh pemerintah," jawabnya.
Didi mengungkapkan persoalan yang selama ini dihadapi oleh ponpesnya, salah satunya adalah persoalan ekonomi dari keluarganya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom