- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Anggaran program Makan Bergizi Gratis telah dikurangi dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun untuk meningkatkan efektivitas dana negara.
- Realisasi dana Rp75 triliun per April 2026 telah disalurkan kepada 61,96 juta penerima melalui 27.952 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang untuk melakukan efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) andalan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menkeu Purbaya menerangkan kalau per April 2026, realisasi program MBG mencapai Rp 75 triliun atau 22,4 persen dari total keseluruhan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) Rp 335 triliun di tahun 2026.
Namun ia menyebut kalau anggaran MBG saat ini bukan Rp 335 triliun, tapi sudah dipotong menjadi Rp 268 triliun sesuai arahan Presiden. Bahkan nantinya ada penghematan lagi untuk program tersebut.
“Tapi nanti bukan Rp 335 T, nanti ada penghematan-penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Pak Presiden. Sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efektif dan efisien,” katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Sayang Purbaya tidak menjelaskan lebih rinci berapa efisiensi anggaran MBG yang nantinya dilakukan Pemerintah.
Dari total realisasi anggaran MBG Rp 75 triliun, program ini telah diterima oleh 61,96 juta penerima.
Selain itu, total realisasi ini juga diterima oleh 27.952 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Purbaya memastikan program ini bakal terus didukung, serta mengalami peningkatan efisiensi.
“Ini program yang bagus akan kita terus dukung tapi dengan peningkatan efisiensinya nanti ke depan,” jelas Purbaya.
Baca Juga: Dudung Warning Oknum di Program MBG: Jangan Jual Titip dan Cari Keuntungan
Tag
Berita Terkait
-
Dudung Warning Oknum di Program MBG: Jangan Jual Titip dan Cari Keuntungan
-
Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Persoalan MBG
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom
-
Purbaya Buka Suara Rupiah Anjlok ke Rp 17.600: Belum Resesi, Nggak Usah Khawatir!
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo
-
Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global
-
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH
-
Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas
-
Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global
-
Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga
-
Kabar Tokopedia PHK Ribuan Karyawan, GOTO Bilang Begini
-
Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026
-
Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi
-
Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026