Suara.com - LRT Jabodebek ditargetkan bakal menampung sedikitnya 200 ribu penumpang setiap harinya dengan tarif maksimal yang harus dibayar mencapai Rp25 ribu.
LRT Jabodebek sendiri bakal melakukan soft launching proyek light rail transit (LRT) pada 12 Juli mendatang dan beroperasi komersial atau berbayar pada 18 Agustus 2023.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Kuswardojo menargetkan, LRT Jabodebek saat beroperasi penuh dapat mengangkut penumpang hingga mencapai 200 ribu per hari.
"Jadi awalnya memang target penumpang 137 ribu orang per hari. Tapi kemarin hasil terakhir melakukan survei ternyata peminat LRT cukup tinggi dan diperkirakan akan ada 200 ribu orang per hari," ujar dia, di Depo LRT Jabodebek, Bekasi, Jawa Barat dikutip Jumat (7/7/2023).
Kata dia, sebenarnya target tersebut setiap tahun akan meningkat sekitar 5 persen.
"Dan targetnya dalam waktu 5-10 tahun ke depan sudah bisa 500 ribu penumpang," tutur dia.
Adapun perjalanan kereta dalam satu hari akan ada sebanyak 343 perjalanan. Operasionalnya akan dimulai pada pukul 05.00 WIB sampai dengan 23.37 WIB.
Untuk jumlah rangkaian kereta (trainset) yang beroperasi per hari ada 27 unit, masing-masing unit ada enam gerbong.
LRT memiliki 31 trainset, tapi hingga saat ini baru 29 trainset yang sudah ada di depo LRT Jabodebek, sisanya masih proses pembuatan di PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA.
Baca Juga: Catat! Ini Jam Operasional LRT Jabodebek
Sedangkan untuk tarifnya, lanjut Kuswardojo, masih dibahas dan belum diputuskan oleh Kementerian Perhubungan.
Namun, LRT Jabodebek sudah mengusulkan dengan tarif dasar Rp 5.000 hingga tarif maksimal Rp 25 ribu.
"Tarif 5 kilometer pertama kami mengusulkan di-range Rp 5.000 - 7.000. Itu usulan tarif dasarnya. Kemudian akan ada penambahan biaya per kilometer Rp850 dan Rp1.200. Makanya kita sama-sama tunggu dari kementerian seperti apa," ujar dia.
Menurut Kuswardojo, soal tarif tentu tergantung dari pemerintah. Artinya, seberapa besar pemerintah memberikan subsidi kepada warga masyarakat pengguna jasa LRT.
Karena, menurut dia, semakin besar subsidi yang diberikan, maka pasti tarif juga akan semakin murah.
Saat ini, LRT Jabodebek dalam masa uji coba untuk menguji kesiapan sarana dan prasarana dalam operasional nantinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok