Suara.com - Perusahaan elektronik asal jepang, Johnson Controls-Hitachi Air Conditioning berencana melakukan investasi di Indonesia. Invetasi yang dilakukan diantaranya kembangkan produk hemat energi.
General Manager, Japan and Asia Regional Operations Johnson Controls-Hitachi Air Conditioning ,Kintaro Izumida mengatakan, salah satu produk hemat energi yang ingin dikembangkan yaitu pendingin ruangan.
"Kami siap berinvestasi di pasar Indonesia dan Asia Tenggara untuk mengembangkan beragam produk yang lebih hemat energi," ujarnya yang dikutip, Senin (10/7/2023).
Kekinian, perusahaan tengah mengembangkan pendingin ruangan yang siap dipasarkan di Indonesia. Salah satunya, Air365 Max yang dinilai hemat energi.
"Sistem VRF air365 Max adalah solusi untuk pasar komersial, sedangkan airhome adalah AC yang dipasang di dinding sebagai solusi hunian yang hemat energi dan dilengkapi dengan beragam fitur inovatif untuk meningkatkan indoor air quality (IAQ)/kualitas udara dalam ruangan untuk pasar HVAC Indonesia (IAQ)," jelas Kintaro.
Selain itu, tutur Kintaro, perusahaan juga mengembangkan aplikasi pendukung yaitu "airCloud Tap". Denga aplikasi tersebut, masyarakat bisa membaca pengaturan lewat smartphone.
"<ereka cukup meletakkan perangkat seluler mereka di dekat pengontrol ruangan yang kompatibel atau port NFC unit luar ruangan untuk mentransfer pengaturan secara instan melalui teknologi NFC – tanpa wifi/jaringan internet," kata dia.
Investasi Jepang di Indonesia
Sebelumnya, Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), Arsjad Rasjid, mengatakan kemitraan ASEAN-Jepang yang sudah terjalin setengah abad harus memperkuat integrasi perekonomian kawasan. Selain itu, membentuk kawasan perdagangan bebas, serta meningkatkan daya saing di pasar global.
Baca Juga: 'Perang' dengan IMF, Jokowi Perintahkan Bahlil: Lawan!
Pernyataan itu, disampaikan Arsjad Rasjid saat bertemu Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Nishimura Yasutoshi, di Tokyo, Jepang, Kamis (8/6/2023). Pertemuan itu, merupakan bagian dari roadshow kepemimpinan Indonesia pada ASEAN-BAC Tahun 2023. Sebelumnya, Arsjad telah melakukan roadshow ke Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Kamboja, Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, dan Inggris.
“Pada tahun ini akan dirayakan setengah abad hubungan kerja sama ASEAN-Jepang. Selain itu, tahun 2023 juga menandai kepemimpinan Jepang sebagai Ketua G7 dan Indonesia sebagai Ketua ASEAN-BAC. Ini menjadi momentum sangat baik bagi ASEAN-BAC untuk mempererat hubungan perdagangan dan investasi dengan Jepang,” kata Arsjad, di Tokyo, Jepang yang dikutip Jumat (9/6/2023).
Menurut dia, sudah saatnya kemitraan ASEAN-Jepang yang telah berlangsung selama 50 tahun dapat mempercepat liberalisasi dalam memfasilitasi perdagangan barang, jasa, dan investasi di kawasan. “Jepang adalah negara yang rajin berinvestasi di ASEAN. Interaksi Jepang dengan ASEAN sangat intensif dan telah dimulai sejak ASEAN dibentuk. Bahkan, Jepang sampai saat ini merupakan mitra dialog terpercaya ASEAN,” ungkap Arsjad.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%
-
Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang
-
Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara
-
Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto
-
Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026
-
Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar