Suara.com - Penipuan tebus murah ragam jenis barang elektronik yang mengatasnamakan PT Pegadaian kerap terjadi di media sosial Instagram, oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap segala bentuk informasi terkait lelang online tersebut.
Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, Yudi Sadono menegaskan, bahwa sampai dengan saat ini Pegadaian tidak pernah melakukan lelang ataupun menawarkan program tebus murah barang ke masyarakat secara online.
“Pegadaian selalu melakukan lelang barang jaminan jatuh tempo secara offline di Kantor Cabang Pegadaian, bazar maupun pameran. Jadi, masyarakat bisa melihat langsung kondisi fisik barang yang akan dibeli, jika berminat dan cocok, maka dapat langsung menyepakati harga, untuk selanjutnya melakukan pembayaran,” jelas Yudi.
Lebih lanjut Yudi menjelaskan, bahwa saat ini banyak beredar akun-akun di media sosial yang menawarkan berbagai barang seperti emas dan barang elektronik lainnya dengan harga murah atau dibawah pasar. Bahkan, tak sedikit akun yang mengatasnamakan Pegadaian agar menarik perhatian dan dipercaya oleh masyarakat.
Adapun cara agar terhindar dari tindak penipuan, Yudi membagikan beberapa tips:
1. Masyarakat diminta datang langsung ke outlet Pegadaian terdekat untuk mendapatkan informasi lelang.
2. Masyarakat diminta untuk cermat dan tidak mudah percaya dengan barang yang dijual dibawah harga pasar secara online.
3. Apabila mendapatkan informasi mengenai lelang online maupun tebus murah barang yang mengatasnamakan Pegadaian, masyarakat dapat langsung melakukan konfirmasi melalui Call Center Pegadaian di nomor : 1500-569, whatsapp: 0811 1500 569.
4. Masyarakat diminta agar tidak mentransfer uang ke rekening yang tidak dikenal.
“Sekali lagi, Pegadaian meminta agar masyarakat lebih waspada untuk tidak mudah tergiur dengan harga murah, jika tidak ingin terjerat modus penipuan,” tambah Yudi.
Berita Terkait
-
Wasdapa, Penipuan Tebus Murah Barang Pegadaian, Begini Modusnya
-
Tipu Rekan Bisnis Ratusan Juta Rupiah, Perempuan Ditangkap saat Melarikan Diri Menuju Bali
-
Suami Istri Diduga Jadi Korban Penipuan Apartemen Solo Urbana, Bayar Ratusan Juta Namun Tak Kunjung Dibangun
-
Pegadaian Raih Penghargaan Corporate Reputation Awards 2023
-
Pedagang Curhat Uang Rp2Ribu Diubah jadi Rp20Ribu, Netizen Keheranan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok