Suara.com - Permintaan kebutuhan hunian di Indonesia semakin tinggi. Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunjukkan hingga 2022 ada sekitar 12,71 juta backlog rumah, bahkan pertumbuhan keluarga baru meningkat 700 ribu hingga 800 ribu setiap tahunnya.
Hal inilah yang mendorong pekerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) bergerak untuk membantu warga, mendapatkan hunian layak.
Komitmen memberikan bantuan ini bertujuan untuk memberikan semangat keberlanjutan bagi kehidupan masyarakat setempat dengan memiliki rumah yang bisa menjadi tempat berkumpul bersama keluarga mereka.
Selain itu, pembangunan hunian itu bersamaan dengan ulang tahun ke-43 MedcoEnergi, perusahaan energi yang juga mendukung akan keberlanjutan energi dan lingkungan hidup di Indonesia.
Bantuan 10 unit rumah layak huni tersebut merupakan bentuk kepedulian pekerja MedcoEnergi untuk turut membantu memberikan kehidupan layak bagi warga kurang mampu. Tak hanya itu, para pekerja juga turut berpartisipasi langsung membangun rumah tersebut.
Rumah yang dibangun segenap pekerja ini berada di Kampung Bubulak, Desa Marga Mulya, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Medco Foundation. Untuk pembangunan rumah tersebut, ada sekitar 100 relawan yang terlibat dipimpin oleh Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro.
Manfaat program ini dirasakan warga Marga Mulya seperti Rohadi, buruh tani, dan Maria, pedagang kecil. Keduanya tampak bahagia dan bersemangat ketika para relawan berpartisipasi membangun rumah mereka. Rohadi dan Maria berharap, rumah layak huni yang diserahkan ini akan membawa kebahagiaan dan kesehatan bagi keluarganya.
"Terima kasih MedcoEnergi dan Habitat for Humanity yang telah membangun rumah kami menjadi tempat layak huni. Selamat ulang tahun untuk MedcoEnergi, semoga selalu jaya,” ujar Rohadi, ditulis Senin (14/8/2023).
Program pembangunan rumah layak huni ini merupakan wujud nyata dari semangat berbagi dan kepedulian sosial MedcoEnergi terhadap sesama yang membutuhkan.
Baca Juga: Resmikan Bantuan Rumah Layak Huni di Bontang, Kepedulian dan Kontribusi Pupuk Kaltim Diapresiasi
Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro menyatakan, pihaknya meyakini bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian finansial semata, namun juga dari kontribusi positif yang diberikan pada masyarakat.
”Program ini tidak hanya dapat terlaksana berkat dukungan perusahaan, namun juga berkat partisipasi aktif Pekerja,” ungkap Hilmi.
Proses pembangunan rumah layak huni telah dimulai sejak Juni lalu. Sabtu (12/8), Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro, Komisaris Yaser Raimi A Panigoro, Direktur & Chief Administrative Officer Amri Siahaan, dan 100 relawan MedcoEnergi bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat Habitat for Humanity Indonesia, kembali bekerja untuk merampungkan 10 unit rumah.
Para relawan melakukan pengecatan pada rumah-rumah baru yang akan diserahkan pada warga saat Perayaan HUT ke-78 Republik Indonesia.
Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia Susanto mengapresiasi kontribusi MedcoEnergi dalam menyediakan rumah layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami sangat senang karena banyak warga yang dibantu untuk mendapatkan rumah layak huni. Dengan adanya rumah layak ini membantu meningkatkan kualitas hidup warga dan mendorong kehidupan yang lebih sejahtera,” ungkap Susanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float