Suara.com - Usai menghadiri G20 Trade and Investment Ministers Meeting (TIMM) di Jaipur, India. Mendag RI Zulkifli Hasan langsung terbang menuju New Delhi untuk menghadiri forum bisnis B20 yang menghadirkan 2.500 CEO dari berbagai negara.
Dalam acara bertajuk “Responsible, Accelerated, Innovative, Sustainable and Equitable Businesses” itu, Zulhas diagendakan memberikan pidato intervensi bersama para menteri perdangan dari India, Uni Emirates Arab, Korea Selatan, Amerika Serikat, Nigeria dan lainnya.
“Saya datang ke B20 membawa misi besar. Membuka peluang kerjasama perusahaan-perusahaan Indonesia dengan negara-negara anggota G20. Saya mendorong UMKM Indonesia mendunia. Syaratnya harus bisa menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada.” Ujar Ketua Umum PAN itu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (26/8/2023).
Dalam forum B20 tersebut, Zulhas menjelaskan bahwa dinamika ekonomi global saat ini telah menunjukkan kerentanan dalam rantai pasok global sekaligus menekankan tentang pentingnya kelancaran arus perdagangan barang dan jasa.
Disrupsi rantai pasok global dan kenaikan inflasi telah membawa dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi global.
Hal yang perlu dilakukan seluruh pelaku bisnis adalah meningkatkan kapasitasnya di tengah sejumlah ketidakpastian global.
“Sangat penting untuk memperkuat kapasitas seluruh negara dalam menghadapi guncangan ekonomi, terutama bagi negara-negara berkembang yang rentan dan memiliki akses terbatas terhadap sumber daya.” Kata Zulhas.
Di akhir pidatonya, Mendag mengajak seluruh peserta, terutama negara-negara yang terbagun dalam G20, untuk meningkatkan kolaborasi. Ia mengapresiasi forum-forum seperti B20 sebagai upaya konkret ke arah sana.
“Saya meyakini bahwa melalui diskusi terbuka dan tindakan kolektif, forum B20 akan membawa solusi inovatif yang akan berdampak positif bagi perdagangan global.” Tutupnya.
Baca Juga: Mendag Zulhas Dorong Transformasi Perdagangan Digital di G20 India
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati