Suara.com - Bertepatan dengan Hari Hiu Paus Internasional, PT Pertamina International Shipping (PIS) dan Pertamina Foundation (PF) bersama Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) menyepakati kerjasama Konservasi Hiu Paus di Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC), di Gedung Manggala Wanabakti pada Rabu (30/08).
Kesepakatan tersebut diawali dengan komitmen bersama antara Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) bersama dengan CSR PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation (PF) dalam rangka mewujudkan kelestarian hiu paus.
Perjanjian kerjasama mencakup Pertamina Ocean Warrior (Endangered Species Monitoring), Mangrove Plantation dan Research Fellowship Program yang ditandatangani oleh President Director Pertamina Foundation dan Corporate Secretary PIS.
Hadir menyaksikan penandatanganan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc dan Kepala Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Supartono, S.Hut.,M.P.
“Ini merupakan bentuk keseriusan PIS dalam mendukung keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya megafauna hiu paus yang terancam punah. Program ini adalah bagian dari TJSL PIS yaitu program keberlanjutan ekosistem laut, literasi kelautan dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” jelas Corporate Secretary PIS, Muh. Aryomekka Firdaus.
Pihaknya menambahkan, konservasi hiu paus tidak bisa berdiri sendiri, sehingga program juga diperkuat dengan pengembangan pusat penelitian yang handal dan pemulihan ekosistem laut melalui penanaman mangrove.
Program konservasi hiu paus ini akan diawali dengan kegiatan pemantauan populasi hiu paus di TNTC yang dapat bersifat langsung yaitu pencatatan kemunculan hiu paus oleh masyarakat atau tidak langsung dengan menggunakan alat bantu seperti kamera bawah air (Metode Photo-ID), penanda Radio Frequency Identification (RFID) dan penanda Pop-Up Satellite Archival Tag (PSAT).
Pemantauan ini bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman tentang aspek biologis, ekologis dan perilaku hiu paus sehingga program dapat berjalan efektif dan populasi fauna dapat meningkat.
Presiden Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menjelaskan bahwa kolaborasi dengan PIS ini merupakan salah satu langkah awal untuk menjawab tantangan pengembangan energi yang mendukung upaya dekarbonasi, NZE, dan pelestarian di ekosistem maritim Indonesia.
Baca Juga: Hari Hiu Paus Internasional, Berikut 3 Fakta Unik Satwa Raksasa Ini
“Penandatanganan PKS ini menjadi kelanjutan dari program lingkungan ikonik kami, harapannya usaha bersama ini akan menjadi model kerja sama yang berhasil dalam pelestarian lingkungan dan konservasi hayati, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberlanjutan alam Indonesia dan dunia” jelas Agus.
Dalam kesempatan ini Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Supartono, S.Hut.,M.P., menyatakan apresiasinya terhadap upaya mendukung pelestarian spesies hiu paus dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Teluk Cinderawasih.
“Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor publik dan swasta dapat bersinergi dalam menjaga warisan alam kita,” ujar Supartono.
"Inisiatif ini, harapannya akan menjadi model kerja sama yang berhasil dalam pelestarian lingkungan dan konservasi hayati, serta mendukung kontribusi Indonesia dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin 13 (penangangan perubahan iklim) dan poin 14 (ekosistem lautan)." kata Aryomekka.
Dalam mewujudkan visi untuk menjadi perusahaan shipping dan logistik maritim terintegrasi yang terdepan di Asia, PIS berkomitmen menjalankan bisnis dan operasionalnya selaras dengan keberlanjutan bumi dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM