Suara.com - Diageo Indonesia (PT Langgeng Kreasi Jayaprima), perusahaan global yang memproduksi dan memasarkan merek-merek minuman merayakan kemenangan di Global CSR & ESG Summit and Awards 2023 setelah meraih lima penghargaan bergengsi.
Acara yang dihadiri oleh para pemimpin bisnis global ini menobatkan Diageo Indonesia dengan penghargaan Best Workplace Practices, CSR & ESG Leadership, Best Community Programme, Best Environmental Excellence, dan Best In Indonesia.
Upaya Diageo Indonesia untuk menumbuhkan budaya perusahaan yang inklusif melalui partisipasi aktif dalam hal sosial, lingkungan, dan tata kelola telah membuahkan hasil.
Kelima penghargaan yang diraih menekankan inisiatif Diageo dalam hal keragaman dan keberlanjutannya, serta perannya yang menonjol sebagai pelaku aktif CSR dan ESG di Indonesia.
Alefiyah Sharma, President Director PT Langgeng Kreasi Jayaprima (Diageo Indonesia), mengaitkan kemenangan tersebut dengan dedikasi Diageo selama hampir satu dekade.
“Diageo membuat berbagai program untuk menyiapkan kesempatan-kesempatan yang memberdayakan karyawan dan masyarakat melalui pembelajaran, bertumbuh bersama, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan CSR dan ESG. Pendekatan komprehensif ini menjadi bukti atas nilai-nilai yang diyakini Diageo dan keinginan perusahaan untuk menjadi perusahaan berkinerja terbaik, terpercaya dan dihormati di dunia,” kata Alefiyah ditulis Jumat (1/9/2023).
Kesuksesan Diageo bersandar pada tiga prinsip utama dalam menjalankan bisnis, yakni pemasaran yang bertanggung jawab, memperjuangkan inklusi dan keragaman, serta menjalankan rantai pasokan berkelanjutan di bisnisnya.
Alefiyah menambahkan bahwa Diageo terus mencari cara-cara baru untuk memastikan agar apa yang dilakukan saat ini mampu menjaga keberlangsungan masa depan, baik lingkungan, ekonomi, maupun sosial.
Penghargaan Best Workplace Practices adalah bukti komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawan. Diageo Indonesia telah menerima berbagai penghargaan serupa sebelumnya dan menetapkan target ambisius, yakni mencapai 95% indeks inklusi dan keragaman pada tahun 2025 dan memastikan 50% keterwakilan perempuan dalam posisi kepemimpinan.
Baca Juga: Kelabuhi Petugas, Toko Jamu di Kestalan Digerebek Polisi Usai Kedapatan Jual Miras
Nilai-nilai perusahaan yang jelas, kegiatan-kegiatan internal, dan inisiatif keseimbangan kehidupan-kerja menggarisbawahi dedikasi Diageo dalam menumbuhkan lingkungan kerja yang seimbang.
Penghargaan CSR and ESG Leadership, Best Community Programme, dan Best Environmental Excellence, menekankan strategi ‘Society 2030: Spirit of Progress’ yang mengarah ke dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Inisiatif seperti platform ‘DrinkIQ.com’ mencerminkan dedikasi Diageo terhadap minum yang bertanggung jawab.
Pengembangan Desa Ekowisata Nyambu menunjukkan komitmen Diageo untuk memberdayakan masyarakat lokal sambil melestarikan warisan budaya dan lingkungan. Komitmen Diageo dalam memulai dan menggerakkan keberlanjutan dan ekonomi sirkular juga terlihat jelas.
Diageo menargetkan emisi karbon nol bersih pada tahun 2030 dan berkolaborasi dengan ecoSPIRITS menghasilkan kemasan inovatif untuk merek Smirnoff. Selain itu, kemitraan konservasi air dengan Yayasan Bambu Lestari dicanangkan untuk ‘mengisi lebih banyak air daripada yang digunakan’, ditambah penyerapan CO2 dan pemberdayaan masyarakat di Bali yang inklusif.
Puncak pengakuan Diageo Indonesia adalah gelar Best In Indonesia 2023, melengkapi penghargaan Best Workplace Practices dan CSR & ESG Leadership, Best Community Programme, dan Best Environmental Excellence, yang menyoroti inisiatif-inisiatif perusahaan.
Alefiyah merangkum capaian ini sebagai penegasan komitmen Diageo dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di semua tahap operasional.
Di dunia yang menuntut praktik dan inklusivitas berkelanjutan, Diageo Indonesia bangga menerima penghargaan untuk program-program yang telah dilakukan.
Melalui kepemimpinan yang visioner dan dedikasi yang tak tergoyahkan, Diageo Indonesia telah memantapkan dirinya sebagai mercusuar perubahan positif bagi keberlanjutan dan inklusi.
CSR & ESG Summit and Awards adalah platform terkemuka tentang keberlanjutan. Acara tahun ini bertema 'Driving Transformational Change Beyond Greenwashing' dan mengajak peserta untuk berdiskusi dan menemukan strategi ESG & CSR transformasional di luar pemikiran konvensional.
Konferensi ini juga membahas tantangan yang dihadapi dunia saat ini, kebutuhan akan solusi dan teknologi ramah iklim, termasuk kendaraan listrik, pertanian berteknologi tinggi, rantai pasokan berkelanjutan, dan solusi berbasis lingkungan.
Acara ini dihadiri para pemimpin dari berbagai industri dan ratusan eksekutif senior dan profesional CSR & ESG dari seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Pangan Mahal, Harga Cabai hingga Daging Masih Tinggi
-
China Kunci 20 Perusahaan Terkait Militer Jepang, Ada Mitsubishi dan Subaru
-
Pasar Waspada, Harga Minyak Dunia Terganjal Isu Nuklir dan Tarif Trump
-
Bank China Construction (MCOR) Bukukan Pertumbuhan Laba dan Aset
-
Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram
-
Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata
-
8 Calon Emiten Mau IPO dengan Aset Jumbo, Ini Bocorannya
-
Harga Bitcoin Terkapar dan Sulit Bangkit, Emas Kembali Jadi Primadona
-
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026
-
Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835