Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir buka suara terkait adanya opsi kerja sama China kembali dalam menggarap proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Menurut dia, kerja bareng China lagi agar selaraskan ritme dan sistem yang sudah ada.
"Pak Luhut sudah bikin statement tadi bahwa kereta api cepat ya kita lanjutkan sampai Surabaya. Karena (China) sudah jalan, karena kalau ganti-ganti negara, ganti-ganti sistem, akhirnya juga perlu waktu yang lama," ujar Erick yang dikutip, Sabtu (9/9/2023).
Ketua Umum PSSI ini melanjutkan, keselarasan itu sangat diperlukan untuk percepatan akses logistik melalui kereta api. Hal ini juga bisa mengurangi risiko kerusakan jalan, karena transportasi barang berat.
"Kalau tidak, banyak jalan provinsi akan rusak terus karena beban daripada transportasi barang. Akhirnya rakyat yang di daerah-daerah ketika ingin meningkatkan produksi jalannya, rusak semua karena memang tadi, penggunaan jalannya ini terlalu berat. Kalau ada akses kereta dan jalan tol, terkoneksi antara provinsi dengan pusat logistik lainnya," kata Erick.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebut China bersedia ikut serta dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Hal ini setelah Perdana Menteri China Li Qiang merasa puas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang telah selesai dikerjakan.
Saat menjajal, Menko Luhut dengan PM Li Qiang berdiskusi soal keikutsertaan China dalam proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya selanjutnya.
"Seperti yang berkali-kali kami sampaikan, Presiden (Jokowi) kan mengarahkan untuk ada studi sampai ke Surabaya, dan mereka (China) sangat senang kalau mereka juga bisa terlibat, nanti coba kita lihat ke sana (kerja sama)," ujar Luhut di Jakarta yang dikutip, Kamis (7/9/2023).
Menko Luhut mengakui, China memang memiliki portofolio yang bagus dalam pengembangan kereta cepat. Buktinya, pengembangan kereta cepat yang di Indonesia yang bisa terwujud bersama China.
"PM Li Qiang sangat happy dengan beliau uji coba selama 11 menit ke Karawang dan kembali kemari. Tadi di kereta api kami banyak sekali diskusi detail mengenai proyek ini, dan memang kualitasnya kualitas tinggi. Tapi memang teknologinya menurut saya dengan pengalaman dia sudah 41.000 km, buat kereta api cepat saya kira patut kita pertimbangkan," imbuh dia.
Baca Juga: Menko Luhut: China Senang Jika Terlibat Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global
-
Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam
-
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
-
Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!