Suara.com - Pengacara Otto Hasibuan menjadi perbincangan publik, setelah muncul dalam film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso. Mertua Jessica Mila ini merupakan pengacara yang membela Jessica Wongso atas tudingan membuhan Mirna Salihan lewat kopi sianida.
Otto Hasibuan pun berjuang keras memperjuangkan hak Jessica Wongso atas tuduhan-tudahan Jaksa agar tidak mendapatkan hukuman berat.
Namun perjuangannya belum membuahkan hasil, karena Jessica Wongso tetap dihukum berat pidana penjara 20 tahun. Meski belum berhasil, namun kerja Otto Hasibuan perlu diacungi jempol, karena berani melawan tuduhan-tudahan yang dinilai memberatkan Jessica Wongso.
Terlepas dari hal itu, banyak orang penasaran berapa tarif atau bayaran untuk menggunakan jasa Otto Hasibuan.
Dikutip dari berbagai sumber, Otto Hasibuan memiliki firma hukum sendiri yang bernama Otto Hasibuan & Associates. Firma hukum itu merupakan salah satu yang terbesar di dalam negeri.
Artinya, perlu uang yang banyak untuk menggunakan jasa Otto Hasibuan. Apalagi, tarifnya hampir setara dengan pengacara Hotmas Paris Hutapea.
Otto Hasibuan juga lebih sering menerima bayarannya sebagai pembela dalam bentuk dolar AS.
Adapun, diketahui bayaran termahal pengacara yang berdarah batak itu sebesar USD 2,5 juta atau setara Rp 39 miliar. Bayaran ini ketika dirinya membela Djoko Tjandra dalam kasus Bank Bali pada tahun 2020 lalu.
Hanya saja, bayaran dengan nilai fantastis itu tidak bayarkan oleh Djoko Tjandra dan akhirnya Otto menggugatnya.
Baca Juga: Perkuat Lini Bisnis, 99 Group Tunjuk Ex Rumah.com Jadi Senior VP Listing Business
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air
-
Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T
-
Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel
-
Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya
-
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
-
Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat
-
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat