Suara.com - Deteksi dini tanda atau gejala kanker penting dilakukan, terutama seseorang yang punya keturunan atau riwayat penderita kanker di keluarganya. Sebab, kanker merupakan penyakit yang punya perawatan yang sulit dan sering membuat nyawa penderita melayang jika ditemukan dalam stadium lanjut.
Demikian kesimpulan dari President Executive Club (PEC) Forum yang mengangkat tema Pencegahan Kanker dengan Preventive Medicine di President Lounge, Menara Batavia.
Dijelaskan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) telah memfokuskan pada upaya promotif dan preventif sebagai arah pembangunan kesehatan.
Hal ini diwujudkan – salah satunya – peningkatan layanan primer di Puskesmas dan Posyandu, serta menyediakan alat pemeriksaan yang memadai plus didukung dengan ketersediaan tenaga kesehatan andal. Sehingga, fasilitas layanan kesehatan primer fokusnya bukan memberikan pelayanan sekunder atau rujukan, tapi pelayanan pencegahan.
Selain itu, Kemenkes juga melakukan pendekatan melalui strategi 4 pilar untuk menyikapi permasalahan kanker, yaitu promosi kesehatan, perlindungan khusus, deteksi dini, dan penanganan kasus. Di mana pilar promosi kesehatan dan deteksi dini jadi ujung tombak Kemenkes agar jumlah kasus dan kematian akibat kanker bisa ditekan.
Pasalnya, anggaran upaya kuratif sebelumnya memakan lebih besar dan salah satu yang memakan biaya paling besar ialah penyakit kanker. Menurut data BPJS Kesehatan tahun 2020, kanker merupakan penyakit katastropik dengan pembiayaan terbesar kedua, yaitu sekitar 3.5 triliun rupiah. Beban pembiayaan bisa mencapai sebesar itu karena 70% kanker ditemukan pada stadium lanjut.
Menurut Prof Xu Kecheng selaku Pendiri dan Presiden Utama dari Fuda Cancer Hospital, langkah yang telah dilakukan pemerintah Indonesia sudah benar dan berjalan dengan baik. Karena kunci untuk menekan jumlah kasus dan kematian akibat kanker ialah memfokuskan pada upaya promotif dan preventif.
Lebih dalam, Prof Xu Kecheng menjelaskan bahwa seseorang perlu melakukan deteksi dini, terutama ia yang memiliki anggota keluarga menderita kanker. Semata agar generasi selanjutnya bisa terus mengambil jarak terhadap risiko kanker dan tidak perlu mengalami hal serupa. Pasalnya, jika penyakit kanker telat diketahui dan sudah berada di stadium akhirnya, penderita kanker dipastikan tidak tertolong.
"Saat ini sudah banyak pengobatan mutakhir untuk menyembuhkan kanker, tetapi, tetap yang terbaik adalah melakukan deteksi dini dan menjalankan pola hidup yang sehat," kata Prof Xu Kecheng, di depan puluhan tamu yang terdiri pebisnis rumah sakit, investor rumah sakit, kepala rumah sakit, perusahaan-perusahaan di industri farmasi, dan perusahaan-perusahaan alat kesehatan
Baca Juga: 6 Manfaat Konsumsi Bayam Brazil untuk Kesehatan Tubuh, Bantu Cegah Anemia
Menurut Prof Xu Kecheng, penyebab kanker datang ialah akibat seseorang menjalankan pola hidup yang tidak sehat dalam waktu lama, seperti merokok, minum-minuman alkohol dan memberikan stres berkelanjutan.
Sebaliknya, untuk mengambil jarak dengan kanker seseorang bisa menjalankan diet sehat dengan gizi seimbang, rutin berolahraga, bisa menjaga berat badan tetap ideal sesuai tinggi badan.
Hal senada rupanya diyakini juga oleh S.D Darmono founder PEC dan President University. Ia mengapresiasi langkah Kemenkes dan mengungkapkan upaya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat dan deteksi dini kanker harus terus gencar dilakukan secara luas kepada masyarakat.
Ditambah, Kemenkes juga mengeluarkan program adaptasi dokter dari lulusan luar negeri di mana itu langkah jitu untuk bisa mendukung tenaga dokter di pelayanan fasilitas kesehatan makin maksimal.
“President University sendiri baru saja membuka Fakultas Kedokteran, tentu kami berharap, lulusan-lulusan kami nanti bisa membantu pemerintah peningkatan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia,” kata S.D. Darmono.
Lebih dalam, saat ini ada kesempatan untuk memajukan sektor kesehatan di Indonesia melalui hadirnya Jababeka Medical City, sebuah kawasan industri kesehatan yang dikembangkan oleh PT Jababeka Tbk dengan infrastruktur standar WHO seluas 72 hektar di Kawasan Jababeka- Cikarang.
Menurut Darmono – begitu biasa disapa, Jababeka Medical City bisa memperkuat ketahanan kesehatan, yakni dengan menjadikan Jababeka Medical City dijadikan tempat destinasi untuk masyarakat Indonesia atau asing melakukan deteksi dini atau perawatan, seperti medical checkup atau skrining kanker.
“Hal itu karena ekosistem sudah ada. Saat ini di Cikarang sudah berdiri 20 rumah sakit, dengan 4.000 lebih tempat tidur yang melayani lebih dari 2.000 perusahaan multinasional dari 34 negara di Kawasan Industri Jababeka dengan sekitar 1 juta angkatan kerja dan 10 ribu ekspatriat,” kata S.D Darmono
“Misi Jababeka Medical City ialah menghadirkan poli-poli spesialis terbaik dari berbagai rumah sakit atau dokter terkenal dalam satu tempat. Saat ini sudah ada ruko sebagai health center. Namun, untuk mencapai level itu dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak atau butuh waktu. Sehingga, tahap awal yang paling mungkin ialah menjadikan Jababeka Medical City-Cikarang sebagai pusat destinasi tempat perawatan,” tambah Darmono.
Darmono pun mengatakan bahwa PEC siap menjadi inisiator atau connector bagi berbagai tamu PEC Forum untuk berkolaborasi mengembangkan Jababeka Medical City, tak terkecuali dengan Fuda Cancer Hospital mengingat Fuda Cancer Hospital belum ada rumah sakitnya di Indonesia. Ia mengaku bahwa pihaknya memiliki berbagai skema kerja sama yang saling menguntungkan satu sama lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS