Suara.com - Sebagai salah satu bank BUMN, masyarakat seringkali bertanya-tanya Bank BRI milik siapa. Kepemilikan perusahaan biasanya tergantung pada kepemilikan saham.
Status perusahaan pelat merah membuat saham BRI sebagian besar dimiliki oleh negara. Melansir data dari Bursa Efek Indonesia, 80.610.976.876 saham BBRI atau sekitar 53 persen dimiliki oleh negara Republik Indonesia.
Pemegang saham terbesar kedua adalah masyarakat non warkat yang jumlahnya 70.196.858.078 atau sekitar 46 persen. Melansir laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saham non-warkat adalah saham yang tercatat dalam rekening Efek di Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) secara elektronik atas nama pemegang rekening pada LPP.
Data pemegang saham yang tercantum dalam saham berbentuk warkat maupun tanpa warkat atas nama LPP, selanjutnya dimasukkan dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) yang ada di Emiten/ Biro Administrasi Efek (BAE). Keuntungan yang bisa kita dapat dari kepemilikan saham adalah dari dividen dan capital gain saham yang kita miliki.
Bursa Efek Indonesia pun mencatat kepemilikan saham BRI secara perorangan. Pemilik adalah para direksi dan komisaris yang rerata memegang 0,0004 persen saham.
Nama-nama yang tercantum dalam kepemilikan saham tersebut yakni Andrijanto, Sunarso, Catur Budi Harto, Ahmad Solichin Lutfiyanto, dan Arga Mahanana Nugraha dari jajaran direksi. Sementara dari jajaran komisaris, pemilik saham BRI antara lain Kartika Wirjoatmodjo dan Rabin Indrajad Hattari.
Sejarah BRI
Sebelum berkembang sebagai bank BUMN seperti hari ini, BRI diinisiasi oleh pemerintah kolonial Belanda. BRI pertama kali didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah pada 16 Desember 1895 oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang pribumi.
BRI menjadi salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia. Sejarah berdirinya BRI membawa dampak yang sangat besar dalam perekonomian nasional selama seabad lebih.
Setelah Indonesia merdeka, bank ini kemudian diakuisisi oleh pemerintah lewat Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 dan menjadi bank pertama milik negara. Meski sempat vakum akibat situasi politik dalam perang mempertahankan kemerdekaan, BRI aktif kembali pascaperjanjian Renville pada 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kemudian pada 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Bertandang Ke Kediri, Persebaya Surabaya Incar Kemenangan Jelang Paruh Musim
-
Persebaya Masih Mandek Diasuh Josep Gombau, "Hattrick" Tidak Pernah Menang
-
Usai Tekuk Persikabo, PSIS Semarang Langsung Fokus Lawan Persija Jakarta
-
Dukungan BRI untuk UMKM Bantu Ciptakan Lapangan Kerja Lebih Luas
-
Senang Tandem dengan Kadek Arel di Lini Pertahanan Bali United, Jajang Mulyana: Dia Pemain Bagus dan Berbakat
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Harga Emas Antam Anjlok Rp 65.000 Hari Ini, Simak Rincian Harga Terbarunya!
-
Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan
-
WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat
-
BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun
-
Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar
-
Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak
-
Ekonom Ingatkan Dampak Dari Putusan Pindar KPPU, Investor Bisa Was-was
-
OJK Tindak 233 Pelaku Pasar yang Nakal, Denda Tembus Rp96,33 Miliar
-
Anak Usaha Garuda Indonesia GMFI Cetak Laba Rp 570 M, Ekuitas Berbalik Positif
-
Properti Barat Jakarta Makin Seksi, Akses Tol Baru Jadi Game Changer!