Suara.com - National Center for Corporate Reporting (NCCR) kembali menggelar seremoni pemeringkatan Asia Sustainability Report Rating (ASRRAT) pada Senin, (6/11/2023) di Hotel Raffles Jakarta.
Ketua NCCR, Ali Darwin mengapresiasi para peserta ASRRAT 2023. Ia mengatakan bahwa dedikasi perusahaan dan organisasi terhadap transparansi dan akuntabilitas serta inisiatifnya untuk mengukur dan memitigasi risiko dampak lingkungan dan sosial yang telah dicapai dalam mengurangi emisi, melestarikan sumber daya, dan memajukan keadilan sosial.
"Hal ini juga berfungsi sebagai roadmap untuk diikuti oleh bisnis dan organisasi lain," kata Ali dalam sambutannya dikutip Selasa (7/11/2023).
Sementara itu Mantan Menteri Riset dan Teknologi Indonesia Bambang Brodjonegoro dalam pidato online-nya memaparkan bahwa tema ini cukup mendesak, menavigasi jalur menuju net zero.
“Planet kita telah mengalami peningkatan suhu rata-rata yang mengkhawatirkan sebesarkan 1,1 derajat Celsius, yang merupakan akibat langsung dari emisi gas buang yang pernah kita lakukan," katanya.
"Tujuan ke depan sangat jelas. Kita harus mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan dan berupaya mencapai emisi nol pada tahun 2050 untuk memitigasi peningkatan suhu lebih lanjut," tambahnya.
Diketahui ASRRAT tahun 2023 merupakan penyelenggaraan tahun ke-19 sejak 2005.
Dalam acara ini salah satu BUMN yakni Peruri yang baru pertama kali mengikutsertakan Sustainability Report/Laporan Keberlanjutannya untuk penilaian ASSRAT 2023 langsung meraih peringkat Gold/Emas (In Accordance Category).
"Langkah dan komitmen Peruri menerapkan prinsip keberlanjutan dalam menjalankan roda bisnis demi menjaga keberlangsungan lingkungan serta sosial dalam jangka panjang, membuahkan hasil yang memuaskan," kata Direktur SDM, Teknologi dan Informasi Peruri, Gandung Anggoro Murdani.
Baca Juga: Masuk Jajaran TKN Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko Mundur dari Komisaris PTPN V
Menurut dia prestasi ini memperkuat bukti bahwa Peruri selalu menjalankan praktik usaha berkelanjutan sebagai landasan dalam memandu langkah-langkah strategis perusahaan.
“Peruri dalam menjalankan bisnis senantiasa menjaga keseimbangan aspek Environment, Social, and Governance (ESG). Penghargaan ini memperkuat capaian perusahaan di bidang laporan berkelanjutan,” kata Gandung.
Nilai-nilai ESG yang dipegang teguh Peruri menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan perusahaan dalam memberikan kontribusi yang menyeluruh bagi stakeholder.
“Penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) akan membuat operasional perusahaan juga dapat terus berjalan berkelanjutan,” tambah Gandung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026
-
Tembus 1.134 Konsultasi, Posko THR Kemnaker Kini Layani Pengaduan Pekerja
-
Hutama Karya Jamin Jalur TarutungSibolga Siap Dilalui Pemudik
-
Meski Kuota Penuh, Masyarakat Masih Punya Kesempatan Daftar Mudik Motor Gratis
-
Petani Tembakau Peringatkan Ancaman Pandemi Ekonomi Jilid II
-
Danantara Tunjuk Perusahaan China Garap Proyek Listrik Jadi Sampah di Bogor
-
Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM
-
Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?