Suara.com - Produktivitas peternakan menjadi sektor penting untuk mendorong pencapaian ketahanan pangan nasional. Beragam potensi bidang peternakan diperlukan optimalisasi sehingga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi warga setempat.
Ganjar Muda Padjajaran (GMP) sebagai loyalis dari pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD melakukan aksi nyata melalui penyuluhan pemanfaatan potensi peternakan kepada warga mulai dari kalangan milenial hingga Gen X.
Acara ini berlangsung di RT3/3 Kampung Gunung, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Perwakilan Koordinator Pusat GMP, Randry Adryan Setiawan mengungkapkan kawasan Kampung Gunung sendiri memiliki potensi peternakan yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) setempat.
Edukasi ini dilakukan untuk mendorong keterlibatan warga setempat untuk berkolaborasi memanfaatkan potensi hasil peternakan yang ada.
"Acara ini juga menunjang untuk bisa meningkatkan SDM dalam memanfaatkan potensi peternakan yang ada di sini," ujar Randry ditulis Senin (13/11/2023).
Penyuluhan hasil peternakan yang dipaparkan oleh peternak bersama GMP untuk warga diantaranya memproduksi susu sapi, mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik, hingga membuat biogas dari feses sapi.
Kotoran sapi merupakan komponen utama dari reaktor biogas yang bisa dimanfaatkan sebagai energi ramah lingkungan. Pemanfaatan feses sapi menjadi biogas ini diharapkan mampu memudahkan warga memenuhi kebutuhan dapur sebagai bahan bakar pengganti LPG.
Tak hanya itu, lanjut Randry, GMP juga mendorong agar produksi biogas dari feses sapi ini bisa diperluas sehingga mampu mendulang cuan baik bagi peternakan maupun warga setempat.
Baca Juga: GMP Perkuat Dukungan Warga Garut dengan Tradisi Tangkap Ikan
"Harapannya dari Ganjar Muda Padjajaran di Desa Tonjong ini Kampung Gunung bisa bersama-sama untuk memanfaatkan potensi yang ada yang di mana nantinya mereka bisa menjadi kelompok peternakan yang berdikari secara ekonomi," tutup Randry.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan