Suara.com - Nasib karyawan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), BUMN Produsen Pesawat sangat menyedihkan. Pasalnya, para karyawan PTDI menerima pembayaran gaji yang dicicil, akibar dari kondisi keuangan perseroan yang tengah tidak baik-baik saja.
Kabar dicicilnya gaji karyawan ini diketahui melalui Surat Edaran SE/028/030.02/KU 0000/PTD/12/2023 tentang Kekurangan Pembayaran Gaji Bulan November 2023. Surat ini ditandatangani oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM Wildan Arief tertanggal 15 Desember 2023.
Dalam SE itu berbunyi di mana kekuarangan pembayaran gaji karyawan bulan Novenber 2023 selambat-lambatnya p[ada 22 Desember 2023.
Adapun, nominal gaji yang akan dibayarkan selanjutnya maksimal Rp 1 juta.
"Kami atas nama direksi dan manajemen PT Dirgantara Indonesia, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh karyawan atas tertundanya pelunasan pembayaran gaji bulan November 2023 ini, dan kepada seluruh karyawan agar senantiasa menjaga suasana kerja yang kondusif dan produktif," tulis Surat Edaran itu yang dikutip, Selasa (19/2/2023).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Perusahaan PTDI, Gemma Grimald menjelaskan, sebenarnya terkait masalah gaji telah diantisipasi. Dirinya mengklaim bahwa tidak ada gaji karyawan yang di potong, hanya dicicil saja.
"Permasalahan gaji ini sudah diantisipasi dan dikomunikasikan, serta dibahas bersama dengan perwakilan karyawan. Oleh karenanya, sampai dengan saat ini gaji karyawan tidak pernah dipotong (dikurangi) pembayarannya, hanya saja dibayarkan secara bertahap," kata Gemma.
Menurut dia, tersendatnya pembayaran gaji karena adanya proses pembayaran dari beberapa customer yang masih memerlukan waktu. Meskipun, kontrak pembayaran telah di tandatangani dan berlaku efektif.
"Diantaranya bergesernya pembayaran dari DND Philippines karena terjadinya perubahan kepemimpinan di DND Philippines. Contoh lainnya adalah kontrak Modernisasi C130 TNI AU dan Pengadaan CN235 TNI AD yang telah ditandatangani, saat ini masih dalam proses finalisasi menuju efektif kontrak dan ditargetkan pembayaran dapat diterima dari Pemerintah RI pada bulan Desember 2023 - Januari 2024," kata dia.
Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Umumkan Gagal Bayar, Erick Thohir Hela Nafas
Gemma juga tengah mengusahakan pendapatan dari optimalisasi aset non produktif seperti inventory lama yang tidak dapat dimanfaatkan untuk program berjalan.
Prospek bisnis perusahaan dapat dilihat dari telah ditandatanganinya perpanjangan kontrak dgn TUDM (Tentera Udara Diraja Malaysia) untuk pemeliharaan pesawat CN235 untuk jangka waktu 5 tahun kedepan.
"Perbaikan bisnis PTDI juga terbukti dengan telah diperolehnya kontrak-kontrak baru senilai total eqv USD 1 Milyar di tahun 2023 ini, melonjak jauh dibandingkan dengan perolehan kontrak di tahun 2022," imbuh dia.
Selain itu, PTDI juga mendapat kepercayaan dari Bappenas untuk mengembangkan pesawat N219 menjadi pesawat amfibi yang dapat take-off dan landing di perairan. Hal ini akan sangat membantu pengembangan di daerah 3T.
"Hal-hal di atas menunjukkan bahwa prospek PTDI di tahun² selanjutnya akan semakin membaik, sehingga PTDI dapat lebih berkembang dan semakin maju," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan