Suara.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki berbagai produk kartu debit. Bagi nasabah, ketahui dan pahami apa itu CVV Kartu Debit BRI karena penting.
Kartu debit BRI adalah salah satu produk kartu debit yang populer di Indonesia. Kartu Debit BRI ini dapat digunakan untuk berbagai transaksi, termasuk tarik tunai, transfer dana, dan pembayaran online.
Untuk melakukan transaksi online, nasabah BRI perlu memasukkan nomor CVV kartu debit mereka. Nomor CVV adalah nomor kode keamanan yang berupa tiga digit angka terakhir di belakang kartu debit atau kredit.
Sayangnya, tidak semua orang tahu di mana nomor CVV kartu debit BRI berada. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas cara mengetahui CVV kartu debit BRI secara mudah dan pasti berhasil.
Cara mengetahui CVV kartu debit BRI
Dirangkum Suara.com berikut ini, ada dua cara untuk mengetahui CVV kartu debit BRI, yaitu:
1. Lihat di kartu debit
Cara ini adalah cara yang paling mudah. CVV kartu debit BRI terletak di bagian belakang kartu debit, tepatnya di sebelah tanda tangan.
Untuk mengetahui CVV kartu debit BRI dengan cara ini, ikuti langkah-langkah berikut:
Baca Juga: Contact BRI 1500017, Solusi Cepat dan Mudah untuk Nasabah BRI
- Ambil kartu debit BRI Anda.
- Balik kartu debit BRI Anda.
- Carilah tiga digit angka terakhir di garis putih.
- Angka-angka tersebut adalah CVV kartu debit BRI Anda.
2. Hubungi call center BRI
Jika Anda tidak memiliki kartu debit BRI, Anda dapat menghubungi call center BRI untuk mengetahui CVV kartu debit BRI Anda.
Untuk menghubungi call center BRI, ikuti langkah-langkah berikut:
- Hubungi nomor telepon call center BRI, yaitu 14017 atau 1500017.
- Tunggu hingga Anda tersambung dengan operator call center BRI.
- Sampaikan kepada operator call center BRI bahwa Anda ingin mengetahui CVV kartu debit BRI.
- Operator call center BRI akan menanyakan nomor rekening BRI Anda.
- Setelah itu, operator call center BRI akan memberikan informasi tentang CVV kartu debit BRI Anda.
Bagaimana Jika Kartu debit BRI tidak ada CVV
Tidak semua kartu debit BRI memiliki CVV. Kartu debit BRI yang tidak memiliki CVV adalah kartu debit dengan logo GPN.
Kartu debit berlogo GPN merupakan kartu dari produk tabungan Simpedes. Kartu debit ini hanya dapat digunakan untuk transaksi tunai, seperti tarik tunai dan transfer dana.
Berita Terkait
-
Contact BRI 1500017, Solusi Cepat dan Mudah untuk Nasabah BRI
-
Contact BRI 1500017 Melayani Nasabah 24 Jam Nonstop, Termasuk Hari Libur Nasional
-
Panduan Lengkap Menghubungi Contact BRI 1500017, Layanan Call Center 24 Jam
-
Berapa Fee Agen BRILink? Begini Cara Ceknya
-
Berapa Biaya Admin BritAma Bisnis, Cek Ini Detailnya
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal