Suara.com - Pensiun adalah masa transisi dari dunia kerja ke masa istirahat. Di masa ini, seseorang tidak lagi memiliki penghasilan rutin seperti saat masih bekerja. Nah, gara-gara itu, penting lho untuk mempersiapkan dana pensiun sejak dini.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2022 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan terkait sektor dana pensiun hanya 30,46 persen.
Hasil survei tahun 2022 itu juga mendapati indeks inklusi keuangan sektor pengelolaan dana pensiun hanya 5,42 persen. Artinya, masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya persiapan dana pensiun. Tak banyak pula pekerja di Indonesia yang memiliki dana pensiun.
Kenapa Penting Memiliki Dana Pensiun?
Dari penjelasan di atas, tentunya bisa menjadi pertimbangan buat kamu untuk sedari dini menyiapkan dana pensiun. Nah, simak yuk beberapa alasan penting mengapa kamu harus memiliki dana pensiun sejak dini, yaitu:
- Memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun. Pada masa pensiun, nggak lagi memiliki penghasilan rutin seperti saat masih bekerja. Karena itu, dana pensiun diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
- Menjaga stabilitas keuangan. Dana pensiun diperlukan untuk menjaga stabilitas keuangan dan mencegah terjadinya kesulitan finansial di masa pensiun.
- Mewujudkan tujuan keuangan. Dana pensiun juga dapat digunakan untuk mewujudkan tujuan keuangan, seperti membeli rumah, menyekolahkan anak, atau berwisata.
Lembaga Keuangan Pengelola Dana Pensiun
Buat membantu masyarakat mempersiapkan dana pensiun, pemerintah telah membentuk lembaga keuangan. Sebutannya: Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
DPLK adalah badan hukum yang mengelola dana pensiun yang berasal dari iuran peserta. DPLK dikelola oleh perusahaan asuransi jiwa atau bank umum.
Salah satunya adalah BRI sebagai bank umum yang menjadi penyelenggara program pensiun tersebut. Yakni dengan nama BRI Future Investment atau BRIFINE.
Baca Juga: Butuh Bantuan? Hubungi Call Center BRI di BRImo! Bebas Pulsa Lho
BRIFINE: Layanan DPLK BRI
BRIFINE adalah layanan DPLK yang diselenggarakan oleh BRI. BRIFINE menawarkan berbagai pilihan program dan investasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko peserta.
BRIFINE dari BRI juga memiliki dua produk, yakni Program Iuran Pasti (PPIP) bagi peserta Individu maupun Korporasi, serta Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) bagi peserta Korporasi.
Pilihan investasi untuk DPLK beragam mulai dari DPLK BRI Pasar Uang, DPLK BRI Pendapatan Tetap, DPLK BRI Saham dan DPLK BRI Berimbang Syariah.
Benefit Peserta BRIFINE
BRI melalui program BRIFINE menawarkan benefit tersendiri bagi para peserta, antara lain:
Berita Terkait
-
Butuh Bantuan? Hubungi Call Center BRI di BRImo! Bebas Pulsa Lho
-
Transaksi Tanpa Kartu Kian Digandrungi, BRImo Hadir Sebagai Solusi
-
Transfer Uang Praktis Tanpa Nomor Rekening, Cukup Pakai BRImo!
-
Mudah Bayar Tagihan TV Kabel dan Internet Pakai BRImo, Antiribet!
-
BRImo Hadirkan Fitur Transfer Dana Tanpa Input Nomor Rekening, Begini Caranya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau
-
Ekonom PEPS: Kriminalisasi Sengketa Bisnis Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
-
Cara Update Data Desil DTKS 2026 Agar Dapat Bansos
-
Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia