Suara.com - Para petani tebu di wilayah Kabupaten Bone dan Kabupaten Takalan melakukan deklarasi mendukung pasangan Prabowo – Gibran agar dapat memenangkan Pilpres 2024 dalam satu putaran.
Deklarasi dilakukan di Kebun Tebu Belawae, Kecamatan Libireng, Kabupaten Bone, Kamis (8/2/2024).
Wakil Ketua DPD Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Sulawesi Selatan Sakirmin menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada aspirasi para petani tebu yang tergabung dalam APTRI yang menilai Prabowo Subianto sebagai tokoh politik bangsa yang memahami masalah pertanian, merakyat, mau mendengar keluh kesah petani.
“Pak Prabowo itu kan pernah menjabat sebagai Ketua Umum HKTI. Saya yakin beliau tahu kesulitan petani,” jelas Sakirmin dikutip Jumat (9/2/2024).
Dalam acara deklarasi dukungan ke Paslon No 2 itu, DPD APTRI Sulawesi Selatan menitipkan sejumlah persoalan agar dapat diselesaikan oleh Prabowo – Gibran jika terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia.
Kesulitan petani tebu meliputi masalah mendapatkan pupuk subsidi, kemudahan mendapatkan kredit bagi untuk budi daya tanam, kredit untuk menjaga harga pasca produksi, masalah pengairan, dan harga jual gula yang kerap tidak stabil.
DPD APTRI Sulawesi berharap Prabowo – Gibran dapat mengembalikan kejayaan tebu/ gula Indonesia, sehingga kehidupan petani lebih makmur.
Sebelumnya, deklarasi petani tebu yang tergabung dalam APTRI juga digelar diberbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera. Mulai dari Banyuwangi, Lumajang, Gresik, Jember, Cirebon, dan Binjai.
Ketua DPN APTRI Soemitro Samadikoen menambahkan bahwa Pengurus APTRI mengenal baik sosok Prabowo Subianto.
Baca Juga: Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran, TKN Minta Relawan Shaff 1983 Bantu Kawal TPS
“Pak Probowo mudah ditemui, kami punya hubungan dekat dengan beliau. Jadi wajar jika kami petani tebu rakyat menyalurkan aspirasinya ke Prabowo- Gibran,” jelas Soemitro.
Ketua DPN APTRI Soemitro Samadikoen menambahkan, pabrik gula di Sulawesi Selatan memiliki peran penting untuk memenuhi kebutuhan gula, khususnya di Indonesia bagian timur.
Kebun tebu di wilayah Sulawesi Selatan sebagian besar terdapat di Kabupaten Takalar dan Kabupaten Bone. Di wilayah Bone terbagi dua sesuai lokasi pabrik yakni di Camming dan Arosoe.
Pabrik Gula (PG) Takalar merupakan salah satu unit usaha milik PT. Perkebunan Nusantara XIV yang berlokasi di Desa Pa’rapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.
Pabrik Gula di Bone milik PT. Perkebunan Nusantara XIV, terletak di Desa Arasoe, Kecamatan Cina Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Selain menghasilkan Gula kristal putih pabrik gula Bone juga menghasilkan produk tetes dan blotong.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026