Suara.com - Profil Jusuf Wanandi viral setelah jelang Pemilu Presiden 2024 ini lantaran dirinya menilai capres nomor 01, Anies Baswedan tak layak diberi pujian. Mulut pendiri Center for Strategic and International Studies (CSIS) ini memang pedas setelah menyebut bahwa Anies memang pandai merangkai kata untuk menarik simpati, namun jika urusan bekerja sangat buruk.
Jusuf Wanandi mengakui bahwa Anies memang jago jika berkampanye dan merangkai kata namun saat jadi Gubernur DKI Jakarta selama lima tahun, ia menilai Anies tak berbuat apa-apa.
"Kalau campaign memang jago, kalau ngomong meyakinkan. Tapi dalam pelaksanaan, kan kita lihat waktu dia 5 tahun gubernur (DKI Jakarta). Apa hasilnya?" kata Jusuf Wanandi dengan nada tinggi seperti dilihat dari Youtube Total Politik, Sabtu (10/2/2024).
Jusuf Wanandi lalu mencontohkan soal pembangunan trotoar di Jakarta oleh Anies yang menurutnya hanya satu meter dan cuma untuk ditunjukkan kepada Presiden Jokowi. "Supaya dilihat oleh Jokowi, dia (Anies) hebatnya, apanya yang hebat, gak ada apa-apa sebetulnya. Terus terang, gak ada," ucapnya.
Pernyataan Jusuf Wanandi ini lantas membuat para pendukung Anies geram. Mereka lantas membeberkan sejumlah prestasi Anies selama dia menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta.
Seperti diketahui, Anies berhasil membangun sejumlah fasilitas publik antara lain sistem integrasi angkutan umum JakLingko, revitalisasi kota tua, pembangunan jalur sepeda, dan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).
Lantas siapakah Jusuf Wanandi dan apa kapasitasnya sehingga layak mengkritisi Anies Baswedan? Mengutip csis.or.id,
Jusuf Wanandi adalah Senior Fellow dan salah satu pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS), dan Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan CSIS, Jakarta. Dia juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Nasional Indonesia untuk Pacific Economic Cooperation Council (INCPEC), Co-Chair Pacific Economic Cooperation Council (PECC), dan Co-Chair Dewan Kerjasama Keamanan di Asia Pasifik (CSCAP), Indonesia.
Jusuf menempati posisi Presiden Direktur perusahaan penerbitan Harian The Jakarta Post serta Ketua Dewan Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya, dan Ketua Yayasan Universitas Panca Bhakti di Pontianak, Kalimantan Barat.
Baca Juga: Film Dirty Vote Ungkap Kecurangan Pemilu, Anies: Penonton Marah, Hati-hati dengan Rakyat!
Sebagai seorang pengacara, Jusuf Wanandi adalah asisten profesor hukum di Universitas Indonesia, dan telah melayani di berbagai organisasi nasional dan internasional selama perjalanan kariernya.
Ia diangkat sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Agung Indonesia; Sekretaris Jenderal Dewan Pendidikan Nasional; dan sebagai wakil rakyat selama empat periode di Majelis Permusyawaratan Rakyat. Ia aktif di Partai Golkar antara tahun 1979 sampai 1988 sebagai anggota Pengurus Pusat dalam berbagai kapasitas. Dia telah banyak menulis di majalah dan surat kabar nasional dan internasional dan telah mengedit sejumlah buku tentang perkembangan politik dan keamanan di kawasan Asia Pasifik.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Pesan JK Ke Anies Jelang Pencoblosan: Kalau Perlu Dua Hari Dua Malam Kau Tidur
-
Anies Bicara Soal Film Dirty Vote: Tanda-tanda Kecurangan Ada, Tapi...
-
Kolaborasi Politik dan Dangdut: Rhoma Irama vs King Nassar vs Lesti Kejora, Siapa Jagoanmu?
-
Berusaha Realistis, Tom Lembong Tak Yakin AMIN Menang 1 Putaran
-
Film Dirty Vote Ungkap Kecurangan Pemilu, Anies: Penonton Marah, Hati-hati dengan Rakyat!
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026
-
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun
-
PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO2, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon
-
TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025, Raih Dua Penghargaan
-
Kolaborasi Galeri 24 dan Lotus Gold Dorong Emas Lokal Berkualitas di Seluruh Indonesia
-
Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja
-
Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026
-
Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah
-
Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru
-
5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia