Suara.com - Indonesia secara resmi menjadi anggota dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bahwa informasi tersebut juga sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Indonesia telah diterima sebagai anggota OECD. Ini adalah momen bersejarah, karena Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN dan ketiga di Asia setelah Jepang dan Korea yang bergabung dengan OECD," kata Airlangga saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (21/2/2024).
Ia menambahkan, beberapa negara, seperti Australia dan Jepang, telah menyatakan dukungannya terhadap keanggotaan Indonesia di OECD. Setelah ini, Presiden Jokowi telah memerintahkan untuk menyusun rencana kerja bagi Indonesia sebagai anggota OECD.
Indonesia jadi negara ke-39 yang bergabung ke OECD, Israel termasuk salah satu negara yang tergabung dalam organisasi ini.
Berikut negara-negara anggota OECD beserta tanggal bergabungnya:
Australia - 7 Juni 1971
Austria - 29 September 1961
Belgia - 13 September 1961
Kanada - 10 April 1961
Chile - 7 Mei 2010
Kolombia - 28 April 2020
Kosta Rika - 25 Mei 2021
Republik Ceko - 21 Desember 1995
Denmark - 30 Mei 1961
Estonia - 9 Desember 2010
Finlandia - 28 Januari 1969
Prancis - 7 Agustus 1961
Jerman - 27 September 1961
Yunani - 27 September 1961
Hungaria - 7 Mei 1996
Islandia - 5 Juni 1961
Irlandia - 17 Agustus 1961
Israel - 7 September 2010
Italia - 29 Maret 1962
Jepang - 28 April 1964
Korea - 12 Desember 1996
Latvia - 1 Juli 2016
Lituania - 5 Juli 2018
Luksemburg - 7 Desember 1961
Meksiko - 18 Mei 1994
Belanda - 13 November 1961
Selandia Baru - 29 Mei 1973
Norwegia - 4 Juli 1961
Polandia - 22 November 1996
Portugal - 4 Agustus 1961
Republik Slovakia - 14 Desember 2000
Slovenia - 21 Juli 2010
Spanyol - 3 Agustus 1961
Swedia - 28 September 1961
Swiss - 28 September 1961
Turki - 2 Agustus 1961
Inggris (UK) - 2 Mei 1961
Amerika Serikat - 12 April 1961
Sebelumnya, Airlangga telah menyampaikan bahwa pemerintah sedang berusaha agar Indonesia bisa bergabung dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Jika hal itu tercapai, Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menjadi anggota OECD.
Minat Indonesia untuk bergabung dengan OECD juga dibicarakan dalam pertemuan antara Airlangga dan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann di Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Kamis (10/8/2023) yang lalu.
Baca Juga: Kejam! Israel Larang Misi UNRWA Kirim Bantuan Kemanusiaan di Jalur Gaza
Berita Terkait
-
Pendidikan Annisa Pohan vs Selvi Ananda, Sama-sama Mantu Presiden dan Lulusan Ekonomi, IPK-nya Berapa?
-
Inovasi dan Dukungan BRImo, serta AgenBRILink Jadi Kunci Desa Janti Berdaya secara Ekonomi
-
TKDN RSPPN Soedirman Capai 70%, Jokowi: Bantu Percepatan Ekonomi Nasional
-
Israel Halangi Indonesia Gabung OECD Gara-gara Bela Palestina?
-
Untung Rugi Jika Indonesia Pilih OECD Dibanding BRICS, Jokowi Jadi Penentu
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Cadangan Devisa Indonesia Meroket Tembus Rp2.629 Triliun di Akhir Tahun 2025
-
Insentif Rumah Diperpanjang Purbaya, Menperin Ungkap Efeknya Bagi Industri
-
Bangkrut, OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Suliki Gunung Mas
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
Rupiah Masih Lemas, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
UU APBN 2026: Defisit Anggaran Dipatok 2,68% Tahun Ini
-
UU APBN 2026: Belanja Negara Tembus Rp 3.842 Triliun
-
UU APBN 2026 Akhirnya Terbit, Penerimaan Pajak Ditarget Rp 2.693 Triliun
-
Pinjol Maucash Milik Grup Astra Tutup Usaha, Apa Penyebabnya?
-
Harga Minyak Dunia Naik Tipis: Stok AS Merosot di Tengah Ambisi Trump Kuasai Minyak Venezuela