Suara.com - Mudik Lebaran 2024 untuk sektor perjalanan darat, Astra Infra berhasil menjembatani 2,5 juta kendaraan pemudik yang dicatat kurun H-10 sampai H-2 Idul Fitri 1445 Hijriah dan meliputi jalan tol yang dikelola anak perusahaan PT Astra International Tbk ini.
Yaitu di sepanjang Tol Trans Jawa, yang meliputi ruas Tol Tangerang–Merak, Tol Cikopo–Palimanan, serta Toll Road Jombang–Mojokerto.
Dikutip dari rilis resmi Astra Infra sebagaimana diterima Suara.com, salah satu momen yang paling dinanti dalam bulan Ramadan adalah bersilaturahmi dan berkumpul kembali bersama keluarga, teman, dan kerabat.
Momentum itu ditandai peningkatan arus mobilitas masyarakat untuk kembali ke kampung halaman, atau pun untuk berlibur bersama keluarga tercinta.
Jalan tol sebagai salah satu prasarana transportasi, memiliki peran penting dalam mendukung hal ini dengan menyediakan akses yang lebih mudah terutama bagi masyarakat.
Tanpa disadari, jalan tol membantu memperkuat jembatan silaturahmi sebagai sarana yang efisien, aman dan nyaman dalam bertransportasi.
Saat memasuki H-2 Lebaran 2024, tercatat sekitar 2,5 juta kendaraan melintasi tol Astra Infra.
Di ruas Tol Tangerang–Merak, hingga 8 April 2024, tercatat sekitar 1,3 juta kendaraan melintas sejak 31 Maret 2024 atau H-10 Lebaran.
Upaya intensif yang dilakukan Astra Infra bersama Kepolisian efektif mengurai kepadatan menuju Pelabuhan Merak, yang sempat terjadi pada hari puncak arus mudik.
Baca Juga: Pemeringkatan Transportasi Mudik Lebaran 2024: Penumpang Angkutan Udara Lebih Banyak dari Darat
Antrean saat itu berhasil diurai sehingga lalu-lintas di seluruh ruas Tol Tangerang–Merak terpantau kembali lancar.
Kemudian di Astra Infra Toll Road Cikopo–Palimanan, dicatat sekitar 800 ribu kendaraan melintas pada periode 31 Maret sampai 8 April 2024.
Rekayasa lalu-lintas One Way dari KM 72 Tol Cikopo–Palimanan hingga KM 414 GT telah dihentikan pada 9 April 2024 pukul 12.00 WIB.
Namun pemberlakuan ini bersifat situasional mengikuti diskresi dari pihak Kepolisian.
Terpantau kondisi lalu-lintas di seluruh ruas Tol Cipali ramai dan lancar.
Kemudian Astra Infra Toll Road Jombang–Mojokerto, tercatat sekitar 350 ribu kendaraan melintas mulai H-10 Lebaran hingga H-2 Lebaran.
Berita Terkait
-
RUPS Astra 2026: Presiden Direktur Diganti, Dividen Rp15,67 Triliun Ditebar
-
Cara Isi Saldo E-Toll Tanpa NFC, Mudah dan Cepat
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Cara Cek Sisa Saldo E-Toll Lewat HP NFC agar Tidak Menghambat Gerbang Tol
-
Cara Isi Saldo e-Toll Lewat HP Tanpa NFC untuk Arus Balik Lebaran 2026, Mudah dan Praktis
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara