Suara.com - Organisation for Economic Co-operation and Development atau Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) adalah organisasi internasional berisikan 30 yang menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas. Sedangkan aksesi adalah proses perolehan ke posisi terhormat.
Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi, Indonesia berhasil mencapai aksesi OECD serta kemitraan ekonomi lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di hadapan perkumpulan pebisnis dan grup pemikir Inggris di forum Asia House, London, Inggris, Britania Raya pada Senin (29/4/2024) menyatakan proses aksesi Indonesia ke OECD menjadi fokus penting bagi dunia usaha yang tertarik dalam kerja sama ekonomi dengan Indonesia.
Proses aksesi diharapkan dapat menjadi katalisator untuk mendorong peningkatan pendapatan per kapita Indonesia.
Keanggotaan Indonesia dan penyelarasan peraturan dengan standar OECD diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat umum, seperti meningkatkan nilai investasi, mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sampai meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan kebijakan Indonesia terkait lingkungan hidup dan keberlanjutannya.
"Kami berada di garis depan dalam menyuarakan keprihatinan serius dan ketidaksetujuan terhadap Peraturan Bebas Deforestasi UE (EUDR)," tandasnya.
Penerapan EUDR jelas akan merugikan komoditas penting perkebunan dan kehutanan Indonesia seperti kakao, kopi, karet, produk kayu, dan minyak sawit.
Langkah Pemerintah Indonesia ini telah mendapat dukungan dari negara-negara yang berpikiran sama, salah satunya adalah Amerika Serikat.
Baca Juga: Kredit UMKM Bank DKI Tumbuh 39,18% di Kuartal I 2024
Sebanyak 20 dari 27 Menteri juga menyerukan penundaan EUDR, yang disampaikan dalam Rapat Dewan Konfigurasi Dewan Perikanan Pertanian (AGRIFISH).
Di tengah perubahan geopolitik dan lingkungan global yang tidak menentu, ia menyampaikan wawasan mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di mana perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 5 persen selama delapan kuartal terakhir berturut-turut.
Perekonomian Indonesia akan tumbuh di atas 5 persen pada 2024 dengan tingkat inflasi yang terkendali pada kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
"Kepercayaan dunia usaha global terhadap Indonesia juga sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan peringkat investasi yang baik dari berbagai lembaga pemeringkat," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Ia memberikan contoh lembaga pemeringkat Moody’s yang menerbitkan Baa2 Stable Outlook untuk Indonesia pada 16 April 2024. Sedangkan Fitch dan JCR memberikan rating BBB stabil pada Maret 2024.
Ketahanan sektor eksternal juga tetap terjaga, ditandai dengan cadangan devisa yang tetap tinggi yaitu sebesar 136 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Neraca perdagangan Indonesia juga terus mencatat surplus dalam 46 bulan terakhir, yaitu pada Februari 2024 sebesar 870 juta dolar AS.
Berita Terkait
-
Siap Jadi Pengusaha, Begini Cara Memoles UMKM Jadi Bisnis Profesional dan Berkelanjutan
-
Diskon Rame Rame ShopeeFood, Pertumbuhan Penjualan UMKM Capai Lebih dari 3,5x Lipat pada 2025
-
PNM Kembali Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan & Perkuat Proses Bangkit Pasca Bencana
-
Produk Nasabah PNM Ikut Membantu Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
-
Kaleidoskop Satu Dekade Shopee: Menciptakan Dampak Bagi Ekosistem melalui Inovasi & Kolaborasi
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
-
IHSG Awal Tahun Ditutup Menguat, Menkeu Purbaya: Siap To The Mars!
-
Target Harga Emas dan Perak 2026, Mampu Tembus Rekor Baru?
-
Pemerintah Mau Stop Kran Impor Gula, Spekulan Siap Ambil Untung
-
Bulog Potong Jalur Distribusi, Harga MinyaKita Dijamin Sesuai HET Rp 15.700 per Liter