News / Nasional
Jum'at, 13 Februari 2026 | 10:15 WIB
Prabowo Terima Delegasi Pakistan. (Instagram Sekretariat Kabinet)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menerima delegasi Pakistan di Istana Merdeka pada Kamis, 12 Februari 2026, membahas kemitraan strategis investasi.
  • Duta Besar Pakistan menegaskan hubungan historis kedua negara yang sudah terjalin erat bahkan sebelum kemerdekaan.
  • Kedua negara sepakat meningkatkan kolaborasi pertahanan serta mendukung sukses KTT Developing Eight (D8) di Indonesia.

Suara.com - Delegasi Republik Islam Pakistan menyambangi Istana Merdeka, Jakarta. Kehadiran mereka dalam rangka bertemu langsung Presiden Prabowo Subianto.

Melalui pertemuan Kamis sore, Prabowo dan delegasi Republik Islam Pakistan membahas sejumlah kemitraan strategis kedua negara di berbagai bidang.

"Presiden Prabowo Subianto menerima delegasi Republik Islam Pakistan pada Kamis, 12 Februari 2026, untuk membahas penguatan kerja sama strategis, termasuk di bidang investasi dan kerja sama multilateral," tulis keterangan foto pertemuan yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Terpisah, usai pertemuan, Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menegaskan kedekatan historis hubungan kedua negara yang telah terjalin bahkan sebelum kemerdekaan masing-masing.

Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri. (Suara.com/Novian)

“Pakistan dan Indonesia adalah dua negara bersaudara. Secara historis, kita telah menjalin hubungan bilateral yang sangat baik. Dan saya sangat senang mengatakan bahwa hubungan antara kedua bangsa kita ini telah ada bahkan sebelum kemerdekaan kedua negara kita,” ujar Zahid, Kamis (13/2/2026).

Menurut Zahid, selama ini Pakistan dan Indonesia telah bekerja sama erat di berbagai sektor strategis. Momentum penguatan hubungan tersebut, lanjut Zahid, semakin terlihat dalam beberapa bulan terakhir.

Ia menyebut kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan pada bulan lalu sebagai titik penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

“Bulan lalu, ketika Presiden Indonesia, Yang Mulia Prabowo Subianto mengunjungi Pakistan, saya dapat mengatakan bahwa itu adalah titik balik yang signifikan dalam hubungan bilateral kita yang sudah sangat baik,” kata Zahid.

Zahid memaparkan intensitas kunjungan pejabat tinggi kedua negara yang semakin meningkat, di antaranya adalah kunjungan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, hingga Menteri Kesehatan Pakistan yang berkunjung ke Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi

“Dan kita akan segera mengadakan pertemuan tingkat tinggi lainnya antara Pakistan dan Indonesia,” ujar Zahid.

Dalam konteks geopolitik dan kerja sama dunia Islam, Zahid menekankan pentingnya kolaborasi kedua negara yang mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia. Sedangkan terkait kerja sama pertahanan, Zahid menegaskan bahwa kolaborasi kedua negara berjalan sangat baik dan akan terus ditingkatkan.

“Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Pakistan dan Indonesia memiliki kerja sama yang sangat baik di semua bidang, termasuk kolaborasi sektor pertahanan. Kami telah melatih Perwira Angkatan Bersenjata Indonesia dan kami akan terus meningkatkan kolaborasi sektor pertahanan bilateral kami,” kata Zahid.

Selain itu, Zahid menyampaikan harapan besar Pakistan terhadap peran Indonesia dalam forum Developing Eight (D8). Ia menegaskan kesiapan Pakistan untuk mendukung penyelenggaraan KTT D8 mendatang di Indonesia.

“Dan kami berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk kesuksesan KTT mendatang di Indonesia, dan juga untuk kesuksesan D8 sebagai organisasi kerja sama di antara delapan negara berkembang,” kata Zahid.

Load More