Suara.com - Nama Eks Bupati Cirebon 2014 – 2019, Sunjaya Purwadisastra kembali disorot akibat kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya Eki pada Agustus 2016 lalu.
Kasus yang telah ditutup ini pun mencuat ke publik setelah perilisan film Vina: Sebelum Tujuh Hari. Profil, rekam jejak, dan keluarga Sunjaya pun menjadi tokoh – tokoh yang seharusnya mengetahui duduk perkara kasus ini.
Sayangnya, selama menjabat sebagai bupati, Sunjaya Purwadisastra menorehkan catatan buruk. Dia pernah terseret ke meja hijau akibat kasus gratifikasi lebih dari Rp64 miliar dalam kasus pembangunan PLTU Cirebon 2 saat masih menjabat sebagai Bupati Cirebon. PDIP yang menaungi Sunjaya pun telah secara resmi membuat pernyataan pemecatan terhadap kadernya tersebut.
Pada Maret 2023, Eks Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra telah didakwa menerima gratifikasi sejumlah Rp 53.234.511.344 yang terkait dengan jabatannya, suap senilai Rp 11,02 miliar terkait izin pembangunan kawasan industri dan PLTU 2 Cirebon sehingga total dugaan penerimaan uang adalah senilai Rp 64.254.512.344.
Dakwaan itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) KPK saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Jawa Barat pada Senin (20/3/2023).
Tak cuma sang mantan bupati yang kini bergelut dengan kasus – kasus di meja hijau, keluarga Sunjaya pun ikut terseret dalam pusara kasus Vina. Tiga tersangka kasus pembunuhan yang saat ini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) kemudian dikaitkan dengan salah satu anak eks bupati Cirebon Sunjaya. Menyikapi informasi itu, istri Sunjaya, Wahyu Tjiptaningsih yang saat ini merupakan Wakil Bupati Cirebon membantah hal tersebut.
Lewat akun Instagram miliknya, Wahyu menegaskan bahwa tidak ada anaknya yang tersangkut kasus pembunuhan Vina. “Bahwa saya dan keluarga saya tidak ada sangkut paut sama sekali dengan kasus tersebut dan anak saya tidak ada yang bernama (Dani/Andi) seperti rekan-rekan yang kaitkan dengan DPO kasus tersebut," tegas Wahyu seperti dikutip Senin (20/05/2024).
"Mungkin netizen menyangkutpautkan dengan anak saya yang bernama Ramadani @ramadanisastra yang ada kemiripan nama. Untuk itu saya tegaskan sekali lagi kalo Dani yang tertera dalam DPO kasus Vina bukan anak saya,” tegasnya.
Sebagai wakil bupati Cirebon saat ini, Wahyu Tjiptaningsih mengaku turut perihatin dengan kasus Vina dan Eki ini. Ia pun akan mengawal kasus ini hingga ditemukan fakta yang sebenarnya.
“Saya sebagai perempuan turut prihatin atas kejadian yg terjadi dalam kasus Vina. Mari Kawal sama sama dan menunggu keterangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian,” ungkapnya.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Viral Teman Vina Ngaku Takut Lapor Polisi Karena Diteror, Netizen Curiga
-
Deretan Kasus Pembunuhan di Jabar yang Masih Misterius: Vina Cirebon hingga Anjani Bee
-
Jabatan Iptu Rudiana: Ayah Eki Kekasih Vina Cirebon Ternyata Polisi, Kini Sesenggukan Cari Pembunuh Anaknya
-
Beredar Chat Diduga Sahabat Vina Cirebon yang Kerasukan, Sengaja Menghilang 8 Tahun Karena Diintimidasi
-
Pelaku Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap dan Tak Kenal Egi
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif