Suara.com - Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2024, PT Gunung Bara Utama (GBU) menggelar beberapa kegiatan. Melalui semangat slogan “Tanah Kita, Masa depan kita, Kami adalah #GenerationRestoration” yang sejalan dengan tema global "Restorasi Lahan, Penggurunan, dan Ketahanan Terhadap Kekeringan," peringatan HLH GBU 2024 diawali dengan upacara pembukaan di Sekolah Dasar Negeri 002 Kecamatan Damai, Kutai Barat.
Acara ini diikuti oleh perwakilan GBU beserta mitra kerja yang diikuti kegiatan penanaman pohon buah lokal seperti rambutan, sawo, kelengkeng, mangga madu, dan tanaman penghijauan lainnya seperti pucuk merah.
Kepala Teknik Tambang GBU, Adi Rahmani menyampaikan bahwa GBU berkomitmen untuk menjadi #GenerationRestoration sebagai upaya bersama melestarikan lingkungan dan memerangi kekeringan.
“Penanaman pohon ini merupakan langkah awal, dan kami akan terus melakukan berbagai program dan inovasi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesuburan tanah,” Adi menerangkan.
Pada pembukaan HLH 2024 ini, GBU juga memberikan bantuan kepada murid SDN 002 Kecamatan Damai berupa perlengkapan tas sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan sekaligus menyongsong tahun ajaran baru. Pihak sekolah dan pemerintah desa setempat menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat terjalin sinergi yang berkelanjutan antara perusahaan, sekolah, dan desa.
Semangat #GenerationRestoration GBU tidak berhenti di situ, berbagai lomba dan kegiatan lainnya juga diselenggarakan, seperti lomba badminton, lomba foto dan konten kreatif, lomba cerdas cermat lingkungan, workshop, serta Improvement Green GBU. Kegiatan-kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan dan mitra kerja GBU.
“Kami yakin bahwa dengan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tegas Adi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
-
Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
-
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah
-
Usai Bea Cukai, Purbaya Kini Ancam Pegawai Pajak: Rotasi ke Tempat Terpencil hingga Dirumahkan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Ada Bantuan Hukum ke Pegawai Pajak, Purbaya Klarifikasi: Masih Pegawai, Tak Ada Intervensi
-
Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran
-
Purbaya Kejar Perusahaan Baja Pengemplang Pajak asal China, Curiga Orang Dalam Terlibat