Suara.com - e-commerce Tokopedia yang belum lama ini diakusisi induk usaha raksasa asal China, Bytedance dikabarkan bakal melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK massal karyawan.
Bytedance yang pada awal tahun ini mengakusisi Tokopedia dari GOTO berencana semakin menyinkronkan layanan TikTok Shop dengan Tokopedia demi meraih pasar yang lebih besar.
Sayangnya, di balik rencana tersebut, perusahaan yang bermarkas di Beijing, China itu kabarnya juga akan melakukan PHK massal 9 hingga 10 persen dari jumlah total karyawan agar bisa menghemat anggaran.
Sebagai informasi, saat ini, jumlah karyawan Tokopedia dan Tiktok Shop diperkirakan mencapai 5.000 orang. Dengan demikian, jika ada PHK 9%, sekitar 450 orang akan kehilangan pekerjaan.
Berkaitan dengan PHK massal Tokopedia, GOTO yang hingga kini masih memegang saham meski bukan lagi mayoritas tidak lagi memiliki hak untuk memutuskan langkah perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi di BEI, GOTO menyatakan bahwa semua keputusan bisnis Tokopedia sepenuhnya ditentukan oleh manajemen Tokopedia dan tidak lagi melibatkan GOTO.
"Segala keputusan yang diambil oleh PT Tokopedia merupakan hal yang akan ditentukan secara penuh oleh manajemen PT Tokopedia," dikutip dari keterangan keterbukaan informasi, Kamis (13/6/2024).
Meski begitu, sebagai pemegang saham minoritas, GOTO meyakini bahwa manajemen PT Tokopedia akan mengambil keputusan dengan prinsip kehati-hatian dalam mengelola kegiatan usahanya, serta mempertimbangkan berbagai penilaian.
"Perseroan meyakini bahwa PT Tokopedia terus melakukan tinjauan atas efektivitas dari organisasi mereka, seperti halnya perusahaan lain," lanjut GOTO dalam keterangannya. PHK di Tokopedia direncanakan akan dilakukan secepatnya pada bulan Juni 2024 ini.
Baca Juga: Induk TikTok ByteDance Dikabarkan Mau PHK Karyawan Tokopedia
Berita Terkait
-
Manajemen GOTO Serahkan Keputusan PHK Massal ke Tokopedia
-
Tokopedia Rencana Mau PHK, Saham GOTO Merosot Hampir Sentuh Rp 50
-
Induk Tiktok Dikabarkan Mau PHK Ratusan Karyawan Tokopedia, Pemprov DKI Bakal Cek ke Kantornya Besok
-
Usai Merger, Jumlah Penjual di TikTok Shop dan Tokopedia Tembus 21 Juta
-
Induk TikTok ByteDance Dikabarkan Mau PHK Karyawan Tokopedia
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya
-
HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang
-
OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia
-
Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan
-
Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit
-
Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?
-
Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi
-
Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban