Suara.com - Kebijakan pemerintah tak selamanya diterima oleh warga negaranya. Bahkan, tak sedikit negara yang menjadi rusuh banyak demontrasi akibat suatu kebijakan.
Hal ini terjadi di Kenya, di mana banyak aksi unjuk rasa akibat kebijakan kenaikan pajak roti sebesar 16%. Bahkan, aksi itu semakin memanas, di mana demonstran berencana menduduki gedung parlemen.
Sebenarnya gelombang protes itu sudah berlangsung sejak seminggu di Ibukota Nairobi. Awalnya para demonstran melakukan aksi damai, namun lama-kelamaan kian memanas.
Aksi protes memuncak kala demosntran merencanakan "Pendudukan Parlemen". Mereka berhasil merangsek sementara Parlemen dengan jendela pecah, mobil anggota parlemen dirusak dan bendera dihancurkan.
Namun kepolisian tiba-tiba langsung menembak gas air mata, meriam air, hingga peluru karet kepada demonstran. Meski begitu, polisi masih kesulitan mengusut siapa dalang dari aksi protes kenaikan pajak. Sebab tak ada pemimpin aksi kala demo berlangsung.
Menurut kelompok hak asasi manusia di Kenya, ditemukan lima orang tewas tertembak dan 31 orang luka-luka. Lebih dari 200 demonstran juga sudah ditangkap.
Para demonstran mayoritas adalah Gen Z yang mengaku sangat berdampak pada kebijakan pajak yang naik. Mereka juga menggunakan media sosial Tiktok untuk melakukan protes dan mengajak generasi sesamanya untuk peduli akan isu tersebut.
"Saya di sini bekerja keras kepada negara yang kami cintai. Ini pertama kalinya saya melakukan ini, karena orang tua saya sudah tua, mereka tak bisa lakukan ini lagi," ujar salah satu mahasiwa yang berunjuk rasa Ken Makilya yang dikutip dari BBC, Rabu (26/6/2024).
Mereka juga saling berkoordinasi dan memobilisasi aksi protes melalui Tiktok. Dengan begitu, protes tak hanya sekadar berakhir di meme dan tagar saja.
Baca Juga: Pembebasan 100 Persen PBB-P2 untuk NJOP Sampai dengan Rp 2 Miliar
Aksi tersebut buntut dari rencana naiknya tarif jenis pajak pada RUU Keuangan. Salah satunya PPN atas roti sebesar 16 persen. Lalu ada perubahan pajak atas minyak goreng, layanan jasa keuangan keliling dan kendaraan motor.
Padahal negara di Afrika Timur ini memiliki perekonomian dinamis dengan sepertiga dari 52 juta penduduk hidup dalam garis kemiskinan. Gen Z di Kenya menilai warga sudah terbebani inflasi tinggi dengan pekerjaan bergaji tinggi sulit didapat.
Para anggota parlemen tengah berdebat tentang RUU Keuangan yang telah direvisi. Mereka berencana memungut suara pengesahan RUU tersebut pada Selasa depan. Namun ada pula oposisi pemerintah yang menolak RUU Keuangan disahkan.
Sementara Pemerintah Kenya mengeklaim bila usulan kenaikan pajak mampu menghasilkan USD 2,7 miliar. Kenaikan tersebut diperlukan supaya Kenya mengurangi ketergantungan pinjaman dari luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Indonesia Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar: Mulai dari Batubara hingga Bensin Olahan!
-
BRI Optimistis 2026: 3 Program Dorong Kredit Produktif
-
Saham Emiten Operator Klub Malam Ini Kena Suspensi di Bulan Ramadan, Ada Apa?
-
Belajar dari Kasus di Batang, Waspadai Penipuan Perbankan Bermodus File APK
-
Ultimatum AS ke Iran Terkait Nuklir Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
-
Emiten RI Bidik Kursi Raksasa Fastener Dunia, Incar Pasar UAE hingga AS
-
Freeport Mcmoran Tetap Investasi USD 20 Milar di RI Hingga 20 Tahun ke Depan
-
Harga Emas Antam Terbang, Hari Ini Dibanderol Rp 2,94 Juta/Gram
-
Indonesia Akan Impor Energi dari AS Senilai USD 15 Miliar per Tahun lewat Perjanjian Dagang Baru
-
Perusahaan Tanggung BPJS Driver Ojol, Beban Iuran Hilang