Sebelum mendirikan BREN, Barito Pacific sebagai induk usaha telah mengakuisisi mayoritas saham di Star Energy Geothermal pada tahun 2018. Star Energy Geothermal yang memiliki wilayah panas bumi Wayang Windu di Kabupaten Bandung merupakan produsen listrik tenaga panas bumi (PLTP) terbesar di Indonesia yang bekerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk Pertamina dan PLN.
Pada 2017, Star Energy Geothermal mengakuisisi PLTP Salak dan PLTP Darajat milik Chevron Corporation. Sampai dengan tahun 2023, total kapasitas terpasang di ketiga wilayah panas bumi tersebut mencapai 886 Megawatt (MW). Tidak berhenti di situ saja, BREN juga tengah melakukan serangkaian eksplorasi untuk menambah wilayah panas buminya yakni di Gunung Hamiding, Maluku Utara dan Sekincau, Lampung.
Fokus Perusahaan pada pengembangan energi terbarukan mendorong BREN melalui anak usahanya PT Barito Wind Energy mengembangkan bisnisnya ke sektor energi angin. Perusahaan ini telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi 100% saham PT UPC Sidrap Bayu Energy, pembangkit listrik tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas 75 MW. Langkah ini semakin memperkuat posisi Barito Pacific sebagai pemimpin pasar di sektor energi terbarukan.
Hendra Soetjipto Tan, selaku Direktur Utama Barito Renewables, menuturkan “langkah pengembangan portofolio ini menegaskan komitmen kami untuk berkontribusi dalam mendukung pencapaian target pemerintah Indonesia untuk mencapai net zero emission pada 2060,” ujarnya saat mengumumkan akuisisi tersebut beberapa waktu lalu.
Pada tahun 2020, Star Energy Geothermal menerbitkan obligasi hijau atau green bond senilai US$ 1,11 miliar dan mendapat sambutan positif dari investor hingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) dan dilirik oleh institusi besar.
Obligasi hijau tersebut merupakan obligasi hijau swasta pertama di Indonesia yang mendapatkan status investment grade dari Moody's Investor Service dengan rating Baa3 untuk senior secured bond yang dirilis dua entitas anak Star Energy, yaitu Star Energy Geothermal Drajat II, Ltd dan Star Energy Geothermal Salak, Ltd.
“Sebagai upaya untuk mewujudkan komitmen, kami menjalankan langkah-langkah strategis, seperti pelaksanaan riset dan pengembangan, pemanfaatan teknologi terkini, pengembangan aset existing, eksplorasi cadangan panas bumi, serta pengembangan portofolio bisnis energi terbarukan. Seluruhnya kami lakukan untuk memastikan keandalan operasi serta tersedianya pasokan dan cadangan energi bersih untuk masyarakat Indonesia,” tambah Hendra.
Langkah-langkah strategis yang dilakukan BREN tersebut semakin mematangkan ambisi Perusahaan dalam mewujudkan visinya sebagai Perusahaan energi terbarukan yang menyediakan solusi energi yang bersih dan berkelanjutan sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemimpin pasar nasional di sektor energi Terbarukan.
Didukung oleh keunggulan operasional yang kuat, momentum ini memampukan BREN untuk bertumbuh lebih pesat tidak hanya dalam industri geotermal, namun juga sektor teknologi terbarukan lainnya. Upaya ini juga sebagai komitmen Perusahan dalam kontribusinya mendukung upaya pemerintah mencapai target transisi energi dan mewujudkan ekonomi hijau di Indonesia.
Baca Juga: Era Transisi Energi, Pelaku Industri RI Hadapi Tantangan Efisiensi dan Produktivitas
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional