Suara.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada semester I-2024 mencatat penerimaan negara dari industri hulu migas mencapai US$7,6 miliar atau setara dengan Rp114 triliun (kurs APBN 2024 1 US dolar = Rp15.000).
Angka ini 41% melebihi target penerimaan negara dari industri hulu migas dalam APBN 2024 yang sebesar US$5,41 miliar atau sekitar Rp81 triliun.
Adapun jika dihitung dengan kurs aktual yang saat ini di atas Rp16.000 per US dolar, maka rupiah yang dikantongi negara dapat lebih besar lagi.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut bahwa kenaikan penerimaan negara dari hulu migas dapat terjadi selain karena faktor minyak dunia, juga berkat keberhasilan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam melakukan efisiensi biaya di semua lini.
Hal ini dapat dilihat dari realisasi cost recovery pada semester I-2024 yang sebesar US$3,3 miliar dari yang ditetapkan sebesar US$3,47 miliar atau realisasi cost recovery lebih rendah 4% dari anggaran.
“Ini bentuk dukungan industri hulu migas untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi negara guna mendukung pembangunan dan program-program pemerintah. Keberhasilan SKK Migas dan KKKS menjaga pengeluaran cost recovery di bawah pagu yang ditetapkan menunjukkan industri hulu migas berhasil menjaga efisiensi sembari tetap menjaga produktivitas,” ujar Dwi ketika konferensi pers capaian tengah tahun industri hulu migas di Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2024).
Terkait kinerja lifting minyak dan gas, Dwi memaparkan kalau dari awal tahun hingga Juni 2024 telah ada kegiatan lifting minyak mencapai 576 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan untuk salur gas mencapai 5.301 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Belum optimalnya lifting minyak disebabkan realisasi program pemboran sumur pengembangan belum berjalan maksimal karena kurangnya ketersediaan rig atau alat melakukan pengeboran serta adanya banjir di beberapa lokasi sehingga lifting dengan menggunakan truk tidak bisa dilakukan.
Lalu untuk salur gas mencatatkan kinerja yang lebih baik dengan realisasi salur gas pada semester I-2024 mencapai 5.301 MMSCFD atau meningkat dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 5.326 MMSCFD.
Baca Juga: SKK Migas Gelar Anugerah Jurnalistik, Apresiasi Insan Media Massa
“Kegiatan forum gas bumi dan upaya mendorong penyerapan gas berhasil mendapatkan pembeli yang akan meningkatkan penyerapan gas hingga akhir tahun 2024 dengan prognosa salur gas akhir tahun yang diperkirakan akan mencapai sekitar 5.554 MMSCFD atau lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2022 yang sebesar 5.347 MMSCFD. Jika berhasil direalisasikan, maka selama 2 tahun berturut-turut salur gas mengalami kenaikan,” paparnya.
Walau lebih baik dari periode sebelumnya, Dwi berkata seharusnya salur gas dapat lebih tinggi lagi, karena di Jawa Timur terdapat kelebihan gas hingga 150 MMSCFD yang tidak bisa diserap karena belum tersambungnya pipa gas yang menyalurkan gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat.
“Melihat proyek gas yang semakin banyak kedepannya, serta upaya pemerintah untuk menyambungkan pipa gas dari Sumatera hingga ke Jawa, kami optimis kedepannya penyerapan gas di domestik akan terus meningkat,” imbuhnya.
Pada semester I-2024, SKK Migas telah menyelesaikan 8 proyek dari 15 proyek yang ditargetkan hingga akhir tahun 2024. Lalu mereka telah studi Geology and Geophysic (G&G) dari target 92, berhasil diselesaikan 113 atau mencapai 112%.
Untuk kegiatan seismik 2D telah diselesaikan sepanjang 2.609 km dan 3D seluas 3.593 km2. Sedangkan kegiatan pemboran sumur eksplorasi telah diselesaikan 17 sumur dari target 21 sumur. Berdasarkan perkembangan hingga saat ini, diperkirakan target pemboran sumur eksplorasi sebanyak 48 dapat diselesaikan seluruhnya.
Dari kegiatan eksploitasi, realisasi kegiatan pemboran sumur pengembangan mencapai 358 sumur dengan outlook akhir tahun akan bisa diselesaikan 931 sumur. Sedangkan untuk kegiatan workover, hingga Juni 2024 berhasil diselesaikan 489 sumur atau meningkat 107% dan kegiatan well service mencapai 17.941 kegiatan atau 101% dari target.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat