Suara.com - Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang terus mendorong inovasi sosial bersama masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan peningkatan ekonomi. Di Desa Mendis, Ring 1 wilayah kerja PHE Jambi Merang, dilakukan berbagai progam pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi limbah rumah tangga, kekeringan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan.
Program unggulan pemberdayaan masyrakat Peri Mentari (Pertanian Terintegrasi Mendis Lestari) dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mendis. Sebuah lahan seluas 500 m² digunakan sebagai pusat kegiatan yang mencakup green house, kandang ternak, serta pengolahan limbah rumah tangga dan kompos.
Menurut Abdul Yusup, Senuor Laboratory PH Jambi Merang, keterbatasan air di Desa Mendis saat musim kemarau menimbulkan tantangan tersendiri. Solusinya adalah pengolahan limbah domestik.
"Limbah tersebut diolah dengan sistem Simbah Dorita (Sistem Pengolahan Limbah Domestik Media Pall Ring dan Tankos), yang memanfaatkan Tandan Kosong Sawit dan Pall Ring dari proses produksi," ujarnya ditulis Senin (30/9/2024).
Sistem ini mengolah limbah tanpa bau, menghasilkan air yang aman untuk irigasi dan kaya akan nutrisi tanaman.
"Pengolahan limbah menghasilkan 650.000 liter air per bulan, yang membantu menyirami tanaman tanpa harus mengandalkan sumur selama musim kemarau," katanya.
PHE Jambi Merang juga membentuk kelompok tanggap api Ketan Adem di Desa Mendis, yang terdiri atas 30 anggota. Selain pelatihan kebakaran, kelompok ini juga berternak kambing, dengan air seni kambing diolah menjadi pupuk organik yang digunakan untuk pertanian.
Pertanian di Desa Mendis menghasilkan berbagai tanaman seperti cabai, kangkung, dan kacang panjang, dengan penghasilan per siklus panen mencapai Rp 1,35 juta hingga Rp 2,1 juta. Program ini menghemat biaya pupuk dan air hingga 90%.
Di samping itu, limbah organik rumah tangga dimanfaatkan oleh kelompok Arto Makmur untuk pakan ikan, dengan konsep keramba apung di Sungai Lalan.
Baca Juga: PHE Catatkan Produksi Migas 1,05 Juta BOEPD di Sepanjang Semester 1-2024
"Budidaya maggot menjadi solusi atas mahalnya pakan ikan serta pengelolaan limbah organik yang berlebih," katanya.
Kepala Desa Mendis Sugianto mengapresiasi keberhasilan program ini dalam menjaga ketahanan desa terhadap kekeringan dan kebakaran hutan. Program yang sejalan dengan kebutuhan desa ini juga turut mendukung ketahanan pangan dan roda ekonomi masyarakat.
PHE Jambi Merang melalui program ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan SDGs, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, air bersih, pekerjaan layak, serta ekosistem darat, dengan penerapan prinsip ESG dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim