Suara.com - Pluang, platform investasi dan perdagangan multi-aset yang mengantongi lisensi BAPPEBTI mengumumkan peluncuran perdagangan opsi saham AS (US Stock Options Trading).
“Peluncuran perdagangan opsi saham AS di Pluang menandai babak baru dalam kemajuan finansial di Indonesia," kata Claudia Kolonas, Co-Founder dan CEO Pluang ditulis Kamis (24/10/2024).
"Hal ini sejalan dengan misi utama kami yakni untuk mentransformasi pengaturan keuangan serta upaya membangun kekayaan masyarakat Indonesia yang berkelanjutan melalui penyediaan fitur-fitur tercanggih agar investor retail bisa kembali memegang penuh kontrol terhadap segala aspek masa depan finansial mereka,” Claudia menambahkan.
Opsi saham AS adalah produk derivatif finansial yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, kepada investor untuk membeli atau menjual saham AS pada harga yang telah ditentukan dalam jangka waktu tertentu. Opsi ini mencakup call options (hak untuk membeli) dan put options (hak untuk menjual).
Opsi saham AS menawarkan 3 manfaat utama, termasuk kemampuan untuk menghasilkan keuntungan baik saat pasar naik maupun turun, potensi keuntungan yang lebih tinggi dengan leverage, dan mitigasi risiko yang efektif.
Dengan memanfaatkan call options dan put options, trading opsi membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan di pasar yang sedang naik maupun turun. Fleksibilitas ini memungkinkan investor untuk menavigasi berbagai kondisi pasar.
Selain itu, opsi saham AS memungkinkan investor untuk mengontrol posisi yang lebih besar dengan nilai investasi yang lebih kecil, meningkatkan potensi keuntungan di kedua kondisi pasar.
Meskipun semua investasi melibatkan risiko, premi yang dibayarkan untuk sebuah opsi membatasi eksposur risiko pada jumlah tersebut, menjadikan opsi saham AS instrumen investasi yang ideal untuk mengelola potensi kerugian.
Sejak meluncurkan perdagangan saham AS pada tahun 2022 berlisensi PALN (Penyaluran Amanat ke Bursa Luar Negeri), yang memungkinkan investor untuk berinvestasi dan memiliki saham AS atas nama sendiri sekaligus berhak menerima dividen, Pluang telah membukukan pertumbuhan fenomenal: lebih dari 5500% peningkatan jumlah pengguna yang transaksi saham AS, lonjakan 39 kali lipat dalam volume transaksi kotor bulanan, dan pertumbuhan 12 kali lipat dalam dana kelolaan bulanan (AUM).
Baca Juga: Mau Investasi Saham di BRIGHTS tapi Masih Ragu? Ini Tipsnya
Dengan meluncurkan produk opsi saham AS, Pluang bertujuan untuk memperluas akses investasi, memungkinkan lebih banyak investor untuk mendiversifikasi portofolio mereka dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun