Suara.com - Koperasi sebagai tonggak pemberdayaan masyarakat, telah membuktikan bahwa ekonomi yang kuat dapat dibangun dari bawah. Dengan memberdayakan anggota dan masyarakat sekitar, koperasi telah menciptakan peluang ekonomi baru, meningkatkan taraf hidup, dan memperkuat jaringan sosial.
Melalui berbagai program dan kegiatan, koperasi turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat secara luas, membuktikan bahwa ekonomi dan sosial dapat berjalan beriringan.
Seperti di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, Yohati yang merupakan pengrajin bambu mampu menumbuhkan usahanya melalui akses permodalan dari Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Al-Bahjah.
LPDB-KUMKM KSPPS BMT Al-Bahjah mampu menjadi katalisator dalam menumbuhkan usaha anggota.
Yohati telah lebih dari 20 tahun menggeluti usaha anyaman bambu. Produk-produknya seperti besek, kipas, dan bakul telah berhasil menembus pasar yang lebih luas. Namun, kendala permodalan sempat menghambat pertumbuhan usahanya.
"Dulu, saya merasa kesulitan untuk mengembangkan usaha karena terbatasnya modal. Berkat bantuan dana bergulir dari koperasi, saya bisa membeli peralatan yang lebih baik dan meningkatkan produksi," ujar Yohati dalam keterangannya dikutip Selasa (26/11/2024).
Kehadiran dana bergulir dari LPDB-KUMKM melalui KSPPS BMT Al-Bahjah telah memberikan dampak yang signifikan bagi usaha Yohati. Dari awalnya hanya berjualan dalam skala kecil, kini Yohati telah memiliki beberapa agen dan mengirimkan produknya menggunakan mobil.
"Saya sangat bersyukur dengan adanya koperasi dan dana bergulir ini. Usaha saya semakin lancar dan saya bisa memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga," tambah Yohati.
Yohati mengaku bersyukur usahanya kian bertumbuh karena akses permodalan dari koperasi.
Baca Juga: OJK Beberkan Dampak yang Dirasakan Perbankan Dari Pilkada Serentak
"Awalnya, saya hanya mengandalkan sepeda untuk mengantar produk ke pengrajin. Namun, berkat modal dari koperasi, saya bisa membeli motor, bahkan sekarang sudah menggunakan mobil untuk menunjang kelancaran usaha,” tambah Yohati dengan penuh syukur.
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo mengatakan, pihaknya menyambut baik keberhasilan program dana bergulir dalam memberdayakan UMKM seperti Yohati.
"Kisah sukses Ibu Yohati membuktikan bahwa dana bergulir memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui koperasi," ujar Supomo.
"Ke depan, LPDB-KUMKM akan terus fokus dalam menyalurkan dana bergulir kepada koperasi di seluruh Indonesia, terutama untuk sektor produktif. Kami berharap semakin banyak anggota koperasi yang dapat berkembang dan mandiri berkat dukungan program ini," tambah Supomo.
Menurut Supomo, saat ini pemerintah juga tengah fokus meningkatkan daya saing dan juga peran koperasi terhadap perekonomian nasional.
"LPDB-KUMKM berkomitmen untuk bersinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga keuangan, maupun masyarakat, dalam mengembangkan ekosistem koperasi yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita dapat mencapai tujuan bersama, yaitu mewujudkan koperasi yang kuat dan mandiri," jelas Supomo.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026