Suara.com - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengungumkan pada Selasa, 3 Desember 2024 menerapkan darurat militer selama enam jam.
Adapun darurat militer ini dilakukan karena pihak oposisi di negara itu mengendalikan parlemen, bersimpati pada Korea Utara dan ingin melumpuhkan pemerintah dengan kegiatan anti-negara.
Tentunya keputusan darurat militer ini berdampak pada pasar keuangan Korea Selatan tersebut. Negara yang terkenal dengan musik Kpop itu ternyata membuat pasar saham dan keuangan bergejolak.
Apalagi setelah pengumuman itu, mata uang Korea melemah hingga 1,4 persen dan menyentuh 1.430 won per dolar selama perdagangan luar negeri malam hari. Lalu, kegiatan masyarakat Korea Selatan pun mendadak sepi seperti sepinya ATM di beberapa luas jalanan.
Ini menandai pertama kalinya mata uang tersebut turun ke level ini sejak Oktober 2022, ketika merosot ke 1432,4 won terhadap dolar AS.
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Choi Sang-mok mengadakan pertemuan darurat dengan Gubernur Bank Korea Rhee Chang-yong, kepala Komisi Jasa Keuangan Kim Byoung-hwan, dan Gubernur Badan Pengawas Keuangan Lee Bok-hyun untuk menanggapi kemungkinan reaksi pasar.
Choi berjanji untuk mengerahkan semua cara yang tersedia guna menstabilkan pasar keuangan dan valuta asing, termasuk pasokan likuiditas yang tidak terbatas untuk menanggapi faktor ketidakstabilan pasar yang mungkin muncul saat darurat militer diberlakukan.
Para pejabat tinggi pemerintah sepakat untuk mengadakan pertemuan harian mengenai isu-isu ekonomi makro dan keuangan guna membangun sistem manajemen krisis. Langkah-langkah lebih lanjut untuk stabilisasi pasar akan diumumkan mulai Rabu pagi.
“Para peserta pertemuan berjanji untuk mengerahkan upaya maksimal guna menstabilkan ekonomi dalam persiapan menghadapi semua situasi,” kata kementerian keuangan dalam sebuah pernyataan,kata Choi dilansir Koreaherald, Rabu (/12/2024).
Baca Juga: Perdagangan Kripto Kalahkan Pasar Saham di Korea Selatan, Hampir Tembus Rp300 Triliun!
Sementara itu, Korsel sudah mencabut deklarasi darurat militer yang mengejutkan di beberapa jam sebelumnya. Ini menjadi langkah mundur dalam kebuntuan dengan parlemen, yang dengan tegas menolak upaya Yoon untuk melarang aktivitas politik dan menyensor media dengan darurat militer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa