Suara.com - Boy Thohir jadi salah satu sosok yang disorot publik, terutama setelah sukses besar yang diraihnya melalui langkah strategis membawa PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai salah satu individu terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 40,3 triliun menurut Forbes, lonjakan saham AADI semakin memperkuat posisinya sebagai tokoh bisnis terkemuka di Tanah Air.
Langkah IPO AADI yang diluncurkan pada 5 Desember 2024 menjadi salah satu tonggak sejarah dalam perjalanan bisnis Boy Thohir. Dalam proses penawaran umum perdana (IPO), saham AADI mencatat oversubscription hingga 260,14 kali pada penjatahan terpusat.
Harga saham AADI yang semula dipatok pada Rp 5.550 per lembar melonjak tajam menjadi Rp 7.975 per lembar pada hari pertama perdagangan, bahkan mengalami auto rejection atas (ARA) selama dua hari berturut-turut.
Sebagai informasi, sejakt IPO pada 5 Desember 2024, harga saham AADI melonjak hingga Rp 6.650 pada sesi pembukaan, mencatat kenaikan 19,82% dan terus mencapai auto rejection atas (ARA) selama dua hari berturut-turut. Pada puncaknya, saham AADI sempat menyentuh Rp 7.975 per lembar, mencerminkan tingginya minat investor pada saham ini
Sebagai pemegang saham pengendali melalui PT Adaro Strategic Investments, Boy Thohir memegang kendali atas mayoritas saham AADI. Berdasarkan perhitungan valuasi pasca-IPO, kekayaan Boy dari kepemilikan saham di AADI mengalami peningkatan signifikan, dengan kenaikan nilai kapitalisasi pasar perusahaan yang turut mendongkrak portofolio kekayaannya secara keseluruhan.
Diversifikasi Investasi yang Berbuah Manis
Kunci kesuksesan Boy Thohir tidak hanya terletak pada bisnis inti di sektor batubara, tetapi juga dari keberhasilannya mendiversifikasi portofolio investasi. Boy diketahui memiliki lebih dari 10 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan Boy untuk memanfaatkan berbagai peluang di pasar modal yang memberikan hasil optimal, seperti yang terlihat pada lonjakan saham AADI.
IPO AADI juga menjadi bagian dari langkah strategis Grup Adaro dalam memisahkan lini usaha batubara termal dan diversifikasi usaha ke sektor energi terbarukan melalui PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Strategi ini tidak hanya meningkatkan daya tarik AADI di mata investor, tetapi juga menegaskan visi jangka panjang Boy dalam menghadapi dinamika industri energi global.
Kesuksesan IPO AADI memberikan dampak signifikan tidak hanya pada kekayaan pribadi Boy Thohir, tetapi juga pada industri dan pasar modal Indonesia. Langkah ini memperkuat posisi Grup Adaro sebagai salah satu konglomerasi terdepan di sektor energi, sekaligus memberikan kepercayaan lebih kepada investor terhadap prospek pasar modal domestik.
Dalam skala lebih luas, dana segar Rp 4,32 triliun yang dihimpun melalui IPO AADI membuka peluang ekspansi dan inovasi lebih lanjut, baik di lini usaha batubara maupun sektor lainnya. Hal ini juga mendukung komitmen Boy untuk berinvestasi pada proyek-proyek strategis yang memiliki dampak ekonomi jangka panjang.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Tag
Berita Terkait
-
Daftar Pemegang Saham Terbesar Adaro Andalan Indonesia (AADI)
-
Mobil Pernah Kerendem, Boy Thohir Ingin Gubernur Jakarta Baru Bisa Hilangkan Banjir
-
Emiten Leasing Boy Thohir Akui PHK Ribuan Karyawan
-
Emiten Leasing Boy Thohir PHK Ribuan Pekerja dan Tutup Kantor
-
Daftar Pemegang Saham Terbesar ADRO, Siapa Saja?
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja