Suara.com - Di kedalaman 1.760 meter di bawah permukaan tanah, sebuah pemandangan yang jarang ditemukan di banyak tempat, terutama di Indonesia, terlihat di tambang bawah tanah DMLZ milik PT Freeport Indonesia (PTFI). Di sana, dua tempat ibadah yang mewakili dua agama besar berdiri berdampingan dengan penuh keharmonisan, yakni Masjid Al Baabul Munawwar dan Gereja Oikumene Soteria.
Keberadaan kedua tempat ibadah ini mencerminkan bagaimana keberagaman dapat hidup berdampingan dengan damai, bahkan di lingkungan kerja yang berisiko tinggi sekalipun.
Masjid Al Baabul Munawwar dan Gereja Oikumene Soteria tidak hanya sekadar tempat untuk beribadah, tetapi juga menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di salah satu kawasan pertambangan terbesar di dunia.
Keberagaman umat beragama di wilayah ini bukanlah hal yang langka, karena PTFI mempekerjakan ribuan pekerja dari berbagai latar belakang agama dan suku. Meski hidup di lingkungan yang serba terbatas dan penuh tantangan, mereka tetap dapat saling menghormati dan menjaga kedamaian.
Di lingkungan yang terisolasi seperti tambang bawah tanah ini, keberadaan tempat ibadah menjadi sangat penting. Bagi sebagian pekerja, kesempatan untuk menjalankan ibadah dengan tenang sangat berarti, apalagi mereka harus bekerja dalam kondisi fisik yang berat dan lingkungan yang keras.
Saat Suara.com berkesempatan berkunjung pada Selasa (10/12/2024), masjid dan gereja yang ada di bawah tanah ini tidak hanya menjadi tempat spiritual, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama yang bekerja bersama.
Keberadaan Masjid Al Baabul Munawwar di tambang bawah tanah ini menunjukkan bagaimana umat Muslim dapat menjalankan kewajiban ibadah dengan penuh ketenangan. Di sisi lain, Gereja Oikumene Soteria juga memberi ruang bagi umat Kristiani untuk merayakan kebersamaan dalam doa dan ibadah.
Meski berbeda keyakinan, keduanya menunjukkan contoh yang luar biasa tentang bagaimana agama bisa menjadi jembatan pemersatu dalam sebuah komunitas yang majemuk.
Selain fungsi spiritual, kedua tempat ibadah ini juga memiliki peran penting dalam memelihara mental dan moral pekerja.
Di tengah tekanan dan stres yang ditimbulkan oleh pekerjaan di tambang yang keras, tempat ibadah menjadi ruang bagi mereka untuk mendapatkan ketenangan dan kekuatan batin.
Inilah salah satu bentuk keseimbangan yang terjaga dengan baik, di mana kedamaian agama turut mendukung semangat bekerja dan produktivitas para pekerja.
Masjid dan gereja di bawah tanah PTFI juga menggambarkan sikap inklusif dan toleransi yang tinggi di kalangan pekerja tambang. Meskipun mereka datang dari latar belakang yang berbeda-beda, mereka tetap saling menghormati dan menjaga kerukunan.
Toleransi beragama di sini bukan hanya teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang mengajarkan bahwa meskipun berbeda-beda, Indonesia tetap satu.
Dalam kenyataannya, keberadaan kedua tempat ibadah ini menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah halangan untuk hidup bersama. Bahkan, perbedaan agama, suku, dan budaya dapat menjadi sumber kekuatan yang memperkaya kehidupan sosial dan spiritual.
Di tambang bawah tanah ini, para pekerja dari berbagai agama menunjukkan bahwa kerukunan bukan hanya bisa dicapai di tempat-tempat terbuka, tetapi juga di ruang yang sempit dan tertutup sekalipun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Dana Syariah Indonesia Kena Sanksi OJK, Gimana Nasib Uang Lender?
-
Update Iuran BPJS Kesehatan Tiap Kelas Tahun 2026, Menkeu Buka Suara
-
Duo Aguan-Salim Perkuat Cengkeraman di PANI, Bagaimana Prospeknya?
-
Daftar 70 Saham Force Delisting Awal 2026, Ada Emiten Sejuta Umat dan BUMN
-
Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2026
-
8,23 Juta Penumpang Pesawat Wara-wiri di Bandara Selama Awal Nataru
-
Perhatian! Tarif Listrik Januari-Maret 2026 Tak Naik
-
Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 Januari 2026, Ini Bocoran Purbaya
-
Tak Hanya Huntara, Bos Danantara Jamin Bakal Bangun Hunian Permanen Buat Korban Banjir
-
Purbaya Kesal UU Cipta Kerja Untungkan Pengusaha Batu Bara Tapi Rugikan Negara